Kamis, 4 Juni 2026

Hari Ini Demo 'Jogja Memanggil' Kecam RUU Pilkada, Cek Lokasi Titik Kumpul dan Jam Aksi Massa

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 22 Agustus 2024 | 06:00 WIB
Pamflet Jogja Memanggil hari ini kecam RUU Pilkada. (Instagram.com/@gejayanmemanggil)
Pamflet Jogja Memanggil hari ini kecam RUU Pilkada. (Instagram.com/@gejayanmemanggil)

SketsaNusantara.id - Aksi 'Jogja Memanggil' akan diselenggarakan hari ini oleh seluruh lapisan masyarakat Yogyakarta mengecam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada, hari ini Kamis 22 Agustus 2024.

RUU tersebut akan disahkan di hari yang sama dalam Rapat Paripurna DPR RI.

Diketahui aksi massa ini diikuti oleh sejumlah elemen antara lain Forum Cik Di Tiro, Jaringan Gugat Demokrasi (Jagad), hingga Aliansi Rakyat Bergerak (ARB).

Baca Juga: Senyuman Jokowi Tanggapi Gonjang-ganjing Putusan MK vs DPR untuk Pilkada: Kita Hormati

Aksi ini dilakukan untuk mendukung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai persyaratan calon peserta Pilkada.

RUU tersebut dinilai hanya menguntungkan oligarki dalam melanggengkan kekuasaan dan merupakan bentuk pembegalan terhadap konstitusi.

Pamflet seruan aksi massa itu juga disebarkan melalui sejumlah akun media sosial (medsos) termasuk Instagram @gejayanmemanggil.

Baca Juga: Hanya Sehari Putusan MK, Nasib PDIP di Pilgub Jakarta Kembali Kandas usai Rapat Panja Baleg DPR

"Demokrasi sedang sekarat! Kebebasan kita diinjak-injak, hak kita dirampas, hanya untuk memuaskan nafsu kekuasaan yang gila!" tulis caption dalam unggahan akun Instagram @gejayanmemanggil yang dikutip SketsaNusantara.id.

Dalam pamflet itu tertulis bahwa DPR dan Istana melakukan pembangkangan konstitusi dan mendzalimi demokrasi.

Aksi yang dilakukan tepat jam 08.00 WIB itu dimulai pada titik kumpul Lapangan Parkir Abu Bakar Ali, Malioboro.

Baca Juga: Cak Imin Dilaporkan ke MKD Buntut Bawa Istri Ikut Timwas Haji DPR, Ada Kaitan dengan Konflik PKB-PBNU?

Gambar Peringatan Darurat beredar di berbagai medsos sejak kemarin.

Peringatan Darurat itu menggema di jaringan medsos sebagai respons kekecewaan atas kondisi Demokrasi di Indonesia.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X