Minggu, 19 Juli 2026

Faperta UNEJ Ciptakan Sabun Moringa, Bebas Deterjen untuk Menjaga Kelembaban Kulit, Cocok untuk Masyarakat Pesisir

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Jumat, 9 Agustus 2024 | 15:47 WIB
Faperta Unej ciptakan Sabun Moringa (Angga J Setiawan)
Faperta Unej ciptakan Sabun Moringa (Angga J Setiawan)

Ia lalu menambahkan, Keunggulan lain dari Sabun Moringa ini antara lain, menambah nutrisi kulit dan mengangkat sel mati, membersihkan kulit dari kotoran dan kuman.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak Terjadi Lagi pada Sebuah Daycare di Pekanbaru yang Dilakukan oleh Oknum Pengasuh, Ini Curahan Hati Orang Tua Korban

Selain itu juga melembabkan kulit secara alami dan memberikan efek relaksasi melalui aroma terapi dari essential/fragrance oil yang ditambahkan dan dapat disesuaikan.

Ahmad Nurdi, Ketua Kelompok Tani Desa Pakandangan Sangra, mengungkapkan rasa terkejut dan syukurnya atas inovasi ini.

“Awalnya saya tidak mengira bahwa produk turunan dari daun kelor sangat banyak. Dengan adanya sabun kelor ini, masyarakat bisa memanfaatkan potensi kelor yang melimpah di desa kami, sekaligus menjaga kesehatan kulit,” katanya.

Baca Juga: Siap Kawal Hak Pilih Warga dalam Pilkada 2024, PPK Bersinergi dengan Panwaslucam dan Muspika Kecamatan Sukosari Bondowoso

Kolaborasi antara Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember dalam proyek ini menjadi contoh nyata dari bagaimana perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi yang berkelanjutan.

Selain sabun, daun kelor juga bisa dibuat beberapa produk turunan diantaranya, serbuk, teh celup, snack, kapsul dan oil, hal ini juga diharapkan dapat menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi untuk masyarakat pesisir di Sumenep. 

Turut hadir dalam acara tersebut Djoko Soejono, SP. MP., Ariq Dewi M, SP. MP., Dimas B. Zahrosa, SP. MP, para Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember dan Andi Eko Wiyono, S.TP, M.P., Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember yang sekaligus mendemonstrasikan cara memproduksi “Sabun Moringa” di Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, sebagai bagian dari program produktifitas guru besar (PRGB) untuk masyarakat.

Baca Juga: Ngeri! Bapak Kos di Semarang Kepergok Makan Daging Kucing, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi

Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan warga tentang manfaat daun kelor, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi mereka.***

 

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Rizqillah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X