SketsaNusantara.id - Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jember, berkolaborasi dengan Fakultas Teknologi Pertanian, berhasil menciptakan sabun berbahan dasar daun kelor.
Sabun yang diberi nama Sabun Moringa ini bebas deterjen dan didesain khusus untuk menjaga kelembaban kulit.
Sabun Moringa ini sangat cocok digunakan oleh masyarakat yang tinggal di pesisir pantai seperti di Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.
Ketua Tim Keris MORINDEV UNEJ, Prof. Soetriono, menjelaskan, inovasi sabun Moringa ini sangat cocok dipakai masyarakat yang tinggal di pesisir yang sering kali terpapar kondisi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan kulit kering.
"Inisiasi pembuatan sabun berbahan dasar daun kelor ini dilakukan agar masyarakat dapat menjaga kelembaban kulit mereka secara alami, tanpa harus khawatir akan efek samping dari bahan kimia keras seperti deterjen," jelas Prof. Soetriono, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jember ini.
Untuk membantu pemberdayaan ekonomi lokal, pihak Faperta, Fakultas Teknologi Pertanian Unej menyerahkan hibah alat dan praktek produksi sabun Moringa.
“Inovasi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan kulit, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan alat produksi sabun kelor yang telah kami hibahkan ini, diharapkan dapat diproduksi secara mandiri oleh masyarakat setempat," terang Prof Sutriono.
Selain itu, lanjut Prof Sutriono, alat tersebut bisa membuka peluang usaha baru yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Harapannya alat itu dapat memproduksi secara massal sabun moringa dan dipasarkan.
Pemasaran diharapkan tidak hanya berhenti di Sumenep saja tetapi juga daerah lain di Indonesia.
Sementara itu, Andi Eko Wiyono, S.TP, M.P., Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, menjelaskan, Sabun Moringa ini mengandung bahan aktif dari daun kelor dan minyak nabati yang dapat berfungsi sebagai agen pembunuh kuman dan agen pembusa alami.
“Sabun Moringa ini bebas dari bahan kimia sintetis seperti SLS (Sodium Lauryl Sulfate) dan COCO DEA yang umum ditemukan pada sabun komersial. Selain itu, sabun ini juga tidak mengandung bahan pengawet dan bersifat ramah lingkungan karena mudah terdegradasi oleh alam,” jelas Andi Eko Wiyono.
Artikel Terkait
Unik! Jingle Pilkada Berhahasa Madura Jadi Sorotan saat Penyelenggaraan Rapat Pleno DPHP di Kecamatan Tenggarang
Bondowoso Siap Menuju Pilkada 2024, Ini Hasil Rekapitulasi DPHP dari 11 Desa di Kecamatan Grujugan
Bawaslu Kota Malang Petakan Potensi Konflik dan Kerawanan Pilkada 2024, M. Arifudin: Ada 5 Titik Rawan Konflik
Kyai Ma'ruf Amin Siap Jadi Penengah Konflik PBNU dan PKB tetapi Tidak Bersedia 1 Hal: Kalau Hanya untuk...
Tingkatkan Kemampuan SDM, KPU Ngawi Gelar Bimtek untuk Badan Adhoc: Antisipasi Masalah Hukum
Gugatan Sengketa Calon Perseorangan Gus Jaddin dan Arismaya Parahita Ditolak, Bawaslu Jember Beberkan Alasannya...
Ratu Zakiyah Sampaikan Risalah Kepemimpinan Nabi Muhammad di Majlis Ta'lim Nurul Iman