Tak heran, saat penutupan 24 Juli lalu, seremoni penutupan dihadiri banyak tokoh penting, seperti Sugianto dari Cabang Dinas Kehutanan wilayah Lumajang, serta utusan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pasuruan, Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, PT Tirta Investama Aqua, dan tentunya Cheil Jedang Indonesia.
Dalam giat KKN 63 Jarangan tersebut pun, CJI dan CDK Wilker Lumajang memang melakukan giat mangrove. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Fahmi:
Baca Juga: Gara-Gara Benda Satu Ini Dugaan Marisa Putri Jadi Simpanan Om-Om Tajir Terungkap, Bukan Maen Gayanya
"Alhamdulillah kami kemarin memang melakukan giat mangrove bersama banyak pihak, diantaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Kelompok Tani Hutan (KTH), juga CDK Wilker Lumajang dan CJI melalui program kerja lingkungan di bertajuk Mangrove for Our Future Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Saat itu, 9 Juli lalu, kami berhasil menanam kurang lebih sebanyak 750 bibit mangrove,” jelasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
APBD Perubahan 2024 Belum Masuk, DPRD Jember Pastikan Ada Keterlambatan Pembahasan
Marisa Putri Kuliah di Mana? Inilah Profil Universitas Abdurrab di Pekanbaru, Ranking, Jurusan hingga Biaya Kuliah
Kehidupan Asli Marisa Putri, Ngontrak Rumah di Gunung Sahilan, Kampar, hingga Mengaku Kerja di Pekanbaru
Resmi Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Alasan Pelatih Renang di Asahan Aniaya Guru Olahraga Wanita: Awalnya Hanya Adu Mulut
Marisa Putri Mengaku Tak Sadar Tabrak IRT hingga Meninggal Dunia, Ternyata Bukan karena Miras Saja, Tapi Tak Mampu...
Sekjen PKB Absen dari Undangan Pansus PBNU, Cholil Nafis: Sudah Ditunggu...
DPRD Jember Tolak Rencana Hibah Aset Pemkab ke DPC PDI Perjuangan, Ini Alasannya
Polda Riau Tangkap 1 Teman Marisa Putri yang Ikut Pesta Narkoba Sebelum Tabrakan Maut di Pekanbaru, Siapa?