SketsaNusantara.id - Kasus tabrakan maut melibatkan pengemudi mobil Toyota Raize, Marisa Putri yang dalam keadaan mabuk dan menewaskan ibu guru bernama Renti Marningsih di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru masih menjadi sorotan publik.
Selain pelaku, salah satu yang menjadi perhatian netizen saat ini adalah keluarga korban yang ditinggalkan terutama bagi anak Renti Marningsih yang merasakan duka teramat dalam setelah ditinggal ibunya.
Tak lama setelah insiden kecelakaan Marisa Putri, anak Renti Marningsih yang akrab disapa Yeyen menyampaikan curhatan pilu sekaligus meluapkan semua penyesalan sepeninggal ibunya di media sosial.
Dalam akun Instagram @farahfrnns, Yeyen mengaku menyesal tak bisa menjaga dan memperlakukan sang ibu dengan baik menjelang ajalnya.
Yeyen tak menyangka pagi hari (Jumat, 2 Agustus 2024) itu akan menjadi momen terakhirnya sebelum berpisah dengan ibunya.
Sebagai anak, Yeyen bahkan merasa seperti anak durhaka karena selama ini banyak kekurangan dan tak bisa membahagiakan ibundanya.
"Penyesalan satu per satu mulai bermunculan. Seandainya pagi itu aku melarang Mama pergi, mungkin aku masih bisa memeluknya hari ini. Seandainya aku kaya, Mama gak perlu pergi kerja," tulis Yeyen seperti yang dinukil SketsaNusantara.id dalam postingan akun insta stories @farahfrnns yang diunggah hari Minggu, 4 Agustus 2024.
"Seharusnya aku makan nasi yang mama masak pagi itu, kalau aku tahu itu bakal jadi masakan terakhir mama. Seharusnya aku selalu memeluk dan cium beliau dan memperlakukannya dengan baik, aku memang anak durhaka," imbuhnya.
Yeyen makin membuat netizen sedih karena mengingat kenangan terakhirnya dengan sang ibu. Sikapnya yang acuh membuatnya kini makin menyesal karena sudah tak bisa lagi bertemu dengan ibu kandungnya.
"Kenangan pagi itu akan selalu aku ingat. Saat itu, Mama minta maaf karena ga sempat masak dan katanya suruh beli lauk yang enak-enak," ucap Yeyen.
"Ma, gak ada lauk yang lebih enak dari masakan mama, seharusnya aku jawab gitu tapi aku malah pergi gitu aja," lanjutnya.
Artikel Terkait
Penuhi Syarat Minimal 300 Pemilih, KPU Kabupaten Kediri Fasilitasi TPS Lokasi Khusus di Pondok Pesantren
5 Poin Klarifikasi PCNU Kabupaten Indramayu, Buntut Massa Aliansi Santri Gus Dur Geruduk Kantor PBNU Jakarta
Gus Mus Heran Kenapa Ada Orang kok Mau Jadi Pengurus NU: Ini Harus Belasungkawa
Profil KH Anwar Manshur, Pengasuh Ponpes Lirboyo yang Terpilih Jadi Rais Syuriah PWNU Jawa Timur Periode 2024-2029
Profil KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin, Ketua Tanfidz PWNU Jawa Timur Periode 2024-2029, Ternyata Cicit Ulama Besar Indonesia
Meriahkan Jember Fashion Carnaval 2024, Pupuk Indonesia Group Tampilkan 22 Artwear Produk UMKM
Pernyataan Sepupu Korban Kecelakaan di Kota Pekanbaru Soal Sikap Keluarga dan Pelaku, Tidak Ada Rasa Cemas Sedikit Pun?