Kamis, 4 Juni 2026

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin, Ketua Tanfidz PWNU Jawa Timur Periode 2024-2029, Ternyata Cicit Ulama Besar Indonesia

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Minggu, 4 Agustus 2024 | 09:00 WIB
Gus Kikin Ketua Tanfidz PWNU Jawa Timur (kanan) dan KH Anwar Manshur Rais Syuriah Jawa Timur (kiri).  (Instagram/@gusipul_id.)
Gus Kikin Ketua Tanfidz PWNU Jawa Timur (kanan) dan KH Anwar Manshur Rais Syuriah Jawa Timur (kiri). (Instagram/@gusipul_id.)

SketsaNusantara.id - KH Abdul Hakim Mahfudz, yang lebih dikenal sebagai Gus Kikin, telah resmi terpilih sebagai Ketua Tanfidz PWNU Jawa Timur periode 2024-2029. 

Dalam pemilihan langsung yang digelar di Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng Jombang, pada Sabtu 3 Agustus 2024, Gus Kikin berhasil meraih 38 suara, mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin baru organisasi keagamaan tersebut.

Siapa sosok Gus Kikin dan bagaimana kiprahnya selama ini? Dilansir SketsaNusantara.id dari laman tebuireng.online, inilah riwayat singkat KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin, Ketua Tanfidz PWNU Jawa Timur 2024-2029.

Baca Juga: 5 Poin Klarifikasi PCNU Kabupaten Indramayu, Buntut Massa Aliansi Santri Gus Dur Geruduk Kantor PBNU Jakarta

Gus Kikin lahir pada 17 Agustus 1958 di Pondok Pesantren Sunan Ampel, Kabupaten Jombang.

Gus Kikin adalah putra pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum, yang merupakan cicit dari pendiri Nahdlatul Ulama, KH Muhammad Hasyim Asy'ari. 

Ibunda Gus Kikin adalah putri dari Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung Hasyim Asy'ari. Sedangkan KH Mahfudz Anwar adalah pendiri Pondok Pesantren Sunan Ampel di Jombang.

Baca Juga: Penuhi Syarat Minimal 300 Pemilih, KPU Kabupaten Kediri Fasilitasi TPS Lokasi Khusus di Pondok Pesantren

Setelah KH Salahuddin Wahid wafat pada 2 Februari 2020, kepemimpinan Pesantren Tebuireng diserahkan kepada Gus Kikin. 

Sebelumnya, sejak 2015, Gus Kikin telah menjabat sebagai wakil pengasuh di pesantren dengan fokus pada pengelolaan internal pesantren.

Meski belum melakukan banyak terobosan seperti pendahulunya, KH M. Yusuf Hasyim dan KH Salahuddin Wahid, Gus Kikin memiliki visi yang jelas. 

Baca Juga: Gatra Media Group Berhenti Operasi, AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Perusahaan Penuhi Hak Karyawan

Program utamanya adalah menghidupkan kembali kajian kitab klasik melalui pendirian Riyadhotut Tholabah yang bergerak dalam bidang Kajian dan Bahtsul Masail. 

Selain itu, ia juga mengubah sistem pembelajaran di sekolah menjadi sistem diniyah pada sore hari.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X