Minggu, 19 Juli 2026

Darurat Pangan, ICALS 2024 Ungkap Data Kelaparan Serius di Dunia, Ini Rekomendasi Solusinya

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Rabu, 31 Juli 2024 | 19:09 WIB
Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Universitas Jember, kala memberikan sambutan (Angga J Setiawan)
Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Universitas Jember, kala memberikan sambutan (Angga J Setiawan)

“Krisis pangan juga akan berdampak kepada permasalahan sosial dan politik. Kasus ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun telah terjadi juga di luar negeri seperti Amerika,” imbuhnya.

Baca Juga: Temukan 22.735 Pemilih Satu KK Beda TPS, Bawaslu Sidoarjo Segera Minta KPU Tindaklanjuti

Oleh karena itu Kementerian Pertanian melakukan program strategis untuk meminimalisir kasus yang terjadi.

Program tersebut diantaranya optimalisasi lahan rawa 400 ribu hektar, pompanisasi sawah tadah hujan 1 juta hektar, transformasi pertanian tradisional menuju modern.

Selain itu juga pengembangan pertanian modern, peningkatan kompetensi SDM pertanian, penguatan pendampingan penyuluh pertanian serta regenerasi petani.

Baca Juga: Usai Tahapan Coklit Data Pemilih Pilkada Serentak 2024, KPU Kota Madiun Temukan 1.368 Pemilih TMS

Menanggapi hal tersebut, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, menyatakan perlunya Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani antar beberapa Fakultas Pertanian dari berbagai perguruan tinggi khususnya di wilayah timur Indonesia.

“Dengan adanya konferensi dalam forum seperti ini pasti ada banyak update secara keilmuan scientific, dalam bidang ilmu yang relatif linier. Sehingga kolaborasi ini ke depan agar lebih jauh direalisasikan dalam bentuk kerja real misal dalam bentuk penelitian, produk pertanian, maupun realisasi untuk MBKM bagi adik-adik mahasiswa kita,” katanya.

Ia berharap dengan kerja sama ini, tidak hanya sebatas seremonial saja, melainkan implementasi dan komitmen antar lembaga yang harus dibangun dengan baik, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya sektor pertanian di Indonesia.

Baca Juga: Tak Pakai Rel, Ini Spesifikasi dan Cara Pakai Trem Otonom, Jadi Transportasi Peserta Upacara HUT RI ke-79 di IKN

Sementara itu, Prof. Soetriono, Dekan FAPERTA UNEJ, menjelaskan, ada 300 orang peserta yang mengikuti konferensi ini baik dari perguruan tinggi negeri dan swasta yang berasal dari wilayah Indonesia bagian timur.

Masing-masing perguruan tinggi pertanian yang tergabung dalam FKPTPI sebenarnya sudah bekerja sama yaitu sebanyak 101 MoA.

“FAPERTA UNEJ juga baru saja menandatangani MoA dengan Universitas Nasional Kyungpook Korea Selatan yang berisi kerja sama pendidikan," kata Prof Soetriono.

Baca Juga: Viral Video Meita Irianty Owner Daycare di Depok Aniaya Balita, IG Eks Anggota DPR RI, Diserbu Netizen, Siapa?

Pihaknya akan mengirim mahasiswa UNEJ untuk studi S1 dan S2 ke Korea Selatan dan sekarang sudah ada yang studi S3 di sana.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X