Minggu, 19 Juli 2026

Darurat Pangan, ICALS 2024 Ungkap Data Kelaparan Serius di Dunia, Ini Rekomendasi Solusinya

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Rabu, 31 Juli 2024 | 19:09 WIB
Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Universitas Jember, kala memberikan sambutan (Angga J Setiawan)
Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Universitas Jember, kala memberikan sambutan (Angga J Setiawan)

SketsaNusantara.id - Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) menggelar International Conferences on Agriculture and Life Sciences (ICALS) 2024 ke-6.

Acara ini digelar oleh Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Jember (UNEJ) dengan tema “Upgrade Inovasi Industri Pertanian Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan” yang diselenggarakan di Gedung Auditorium UNEJ, Selasa 30 Juli 2024.

Dr. Idha Widhi Arsanti, SP., MP., Kepala BPPSDMP yang menjadi narasumber dalam acara tersebut mengungkap sejumlah fakta.

Baca Juga: Bawaslu Sidoarjo Siapkan Jajaran Badan Ad-hoc untuk Lakukan Pengawasan Melekat Tahapan Pleno DPHP

Salah satunya mengenai krisis pangan yang menimpa setengah penduduk dunia.

Untuk mengatasinya, Dr. Idha menjelaskan harus ada kebijakan tentang peningkatan produksi pangan dalam upaya antisipasi darurat pangan.

Ia pun membeberkan sejumlah data terkait masalah pangan yang terjadi di dunia saat ini.

Baca Juga: Hukuman untuk Meita Irianty Jika Terbukti Bersalah, Bisa Dipenjara seperti Pengasuh Anak Aghnia Punjabi?  

Diantaranya 59 negara kelaparan serius, 900 juta penduduk di dunia mengalami kelaparan, 8,5 persen penduduk Indonesia kurang gizi dan lebih dari 30 persen anak mengalami stunting.

“Indonesia saat ini menjadi salah satu negara yang mengalami permasalahan pangan yang terjadi. Seperti halnya terdapat 8,5 persen data penduduk Indonesia mengalami kurang gizi dan 30 persen lebih anak mengalami stunting,” ungkapnya.

Dikhawatirkan, lanjut Dr Idha, hal ini akan berdampak pada konflik sosial dan politik.

Baca Juga: Basmi Hama, Mahasiswa PKM-PI UNEJ Kenalkan Smart Green House dan Adjuvan Organik Berbasis Panel Surya

Sebab krisis pasokan pangan akan menyebabkan warga pengalami kelaparan. Hal ini berpotensi menimbulkan kerusuhan.

Terlebih jika harga pangan naik, maka akan berdampak juga pada perekonomian bangsa.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X