SketsaNusantara.id - Sejumlah larangan dikeluarkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) usai menggelar rapat pleno pada Minggu, 28 Juli 2024 di Hotel Bidakara, Jakarta.
Larangan itu diperuntukkan bagi seluruh struktur kepengurusan NU.
Salah satunya ialah larangan untuk tidak mengutip iuran pada warga jika ingin menggelar kegiatan atau membangun gedung kantor.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id dari Youtube TVNU.
Pria yang akrab disapa Gus Yahya ini menjelaskan, semua kutipan atau sumbangan dari warga harus dikembalikan langsung kepada warga dalam bentuk sedekah, infak, atau zakat melalui Lazisnu
"Jadi tidak boleh mengutip iuran untuk kegiatan organisasi, termasuk misalnya iuran untuk membangun gedung, kantor, iuran untuk mengadakan acara ini dan itu tidak diizinkan,” jelas Gus Yahya.
Selain itu, larangan lainnya yang diputuskan PBNU ialah bagi pengurus NU di daerah agar tidak memberikan honor dalam bentuk apapun bagi petugas PBNU yang dikirim untuk melaksanakan tugas organisasi.
Pasalnya, sambung Gus Yahya, nanti dalam rentang waktu tertentu akan ada petugas PBNU yang dikirim melaksanakan tugas di daerah-daerah.
Baca Juga: Kembangkan Pesantren Milik Ayah Mertuanya, Kyai di Krapyak Ini Jadi Pencetus dan Pengawal Khitah NU
Gus Yahya menegaskan, larangan tersebut dikeluarkan lantaran seluruh pembiayaan akan ditanggung oleh PBNU.
“Jajaran pengurus (NU;red) di daerah dilarang memberikan apapun kepada petugas PBNU tersebut,” tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Gus Nadir 'Sentil' 5 Tokoh NU yang Temui Presiden Isaac Herzog, Dinilai Tak Paham Struktur Pemerintahan Israel
Savic Ali Buka Suara atas Viralnya Foto Para Tokoh NU Muda dan Presiden Israel, Netizen: Habis Dapat Izin Tambang Sekarang...
Terkuak! 5 Fakta Menarik Tentang Zen Maarif, Tokoh NU yang Tengah Viral karena Bertemu Presiden Israel
Gus Yahya Minta Maaf dan Klarifikasi Terkait 5 Tokoh NU Temui Presiden Israel, Penjelasannya Malah Bikin Netizen Geram
Edukasi Masyarakat, GP Ansor dan Fatayat NU Banyuwangi Gelar Pelatihan Pemulasaran Jenazah