Namun pada tahun 1957, tradisi pesta Sinterklas ini harus berakhir akibat surat yang dikeluarkan Presiden Soekarno.
Dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @mazzini_gsp yang dinukil dari buku A History of Modern Indonesia Since C.1200 karya C. Ricklefs, tanggal 5 Desember 1957, Presiden Soekarno lewat Kementian Hukum mengeluarkan surat agar orang Belanda angkat kaki dari Indonesia.
Baca Juga: Kisah Harta Karun Presiden Soekarno yang Penuh Kontroversi, Ada Hubungannya dengan Amerika Serikat?
Pemicu peristiwa Sinterklas Hitam yakni perundingan antara Indonesia dan Belanda terkait wilayah Irian Barat (Papua Barat).
Irian Barat saat itu menjadi rebutan pemerintah Belanda dan Indonesia, namun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memutuskan wilayah tersebut jatuh ke tangan Belanda.
Kekecewaan Bung Karno akhirnya diluapkan dengan cara pelarangan pesta Sinterklas sekaligus mengusir puluhan ribu orang Belanda, termasuk yang lahir di Indonesia.
Sebanyak 46 ribu orang Belanda terusir, salah satunya Tante Lien yang saat itu sedang berlibur di Negeri Kincir Angin.
Karena putusan Presiden Soekarno, Tante Lien tak bisa kembali ke Indonesia yang ia anggap sebagai tanah airnya.
Hingga akhirnya kerinduan dan kenangannya akan Indonesia, ia luahkan dalam bentuk karya seperti lagu hingga persona-nya dalam acara televisi di Belanda.***
Artikel Terkait
Viral! Penemuan Seorang Pria Tak Bernyawa di Sukabumi, Terkapar di Wilayah Zona Rimba, Apa Itu?
Profil Tante Lien, Penyanyi Lagu Geef Mij Maar Nasi Goreng yang Wafat di Den Haag, Seniman Belanda Kelahiran Surabaya
Dari Jam 9 Pagi, Detik-Detik Kantor Hevearita Gunaryanti Rahayu Wali Kota Semarang Digeledah KPK, Ada Dugaan Korupsi pada Politisi PDIP
5 Lagu Tante Lien tentang Indonesia Selain Geef Mij Maar Nasi Goreng, Ada Lagu tentang Sinyo dan Noni Loh
Panji Gumilang Bebas Hari ini! Pernah Dapat Remisi, Pelaku Kasus Penistaan Agama Tak Lagi Wajib Lapor