Kamis, 4 Juni 2026

5 Fakta Insiden Penembakan Donald Trump, Benarkah Karena Kurangnya Pengamanan Calon Presiden AS Saat Kampanye?

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Minggu, 14 Juli 2024 | 17:30 WIB
Donald Trump mengepalkan tangannya usai menjadi korban penembakan di Pennsylvania  (X @DonaldTNews)
Donald Trump mengepalkan tangannya usai menjadi korban penembakan di Pennsylvania (X @DonaldTNews)



SketsaNusantara.id - Mantan sekaligus Calon Presiden (capres) Amerika Serikat (AS) Donald Trump ramai jadi sorotan usai menjadi korban penembakan.

Diwartakan New York Times, capres dari Partai Republik itu mengalami insiden penembakan saat melakukan kampanye di Pennsylvania pada hari Sabtu, 13 Juli 2024.

Kejadian tersebut sontak membuat para pendukungnya shock dan Donald Trump mengalami perawatan setelah mengalami luka di bagian telinga kanannya.

Baca Juga: Berkaca Partisipasi Masyarakat Pemilu 2024, KPU Kabupaten Mojokerto Dongkrak Parmas Pilkada

Hingga kini, pihak yang berwajib masih melakukan penyelidikan terkait insiden penembakan ini. Lantas, apa saja yang telah diketahui dari peristiwa ini?

Dihimpun SketsaNusantara.id dari live report New York Times di media sosial Twitter dan berbagai sumber lainnya, berikut 5 fakta tragedi penembakan Donald Trump.

1. Kronologi Terjadinya Penembakan

Insiden penembakan Donald Trump terjadi pada hari Sabtu, 13 Juli 2024 sore waktu setempat atau Minggu, 14 Juli 2024 pagi waktu Indonesia.

Baca Juga: DPP PPP Berikan Surat Tugas ke Gus Fawait, Bacabup Jember: Kami Diminta Segera Serahkan Nama Cawabupnya

Kejadian ini berawal saat Donald Trump mengadakan kampanye di Kota Butler, Pennsylvania. Saat itu Trump mengenakan topi merah dan berdiri di mimbar yang berada di tengah pendukungnya.

Dalam video yang diunggah akun Twitter @newyorktimes, saat suami Melania Trump itu berbicara soal isu imigrasi, mendadak terdengar suara dentuman tiga kali dari kejauhan.

Sontak Donald Trump kaget lalu menunduk. Hal ini pun membuat semua pendukungnya terkejut lalu ikut merunduk hingga akhirnya tim Secret Service menaiki panggung dan melindungi Trump.

Baca Juga: Sasar Suku Tengger, Bawaslu Jatim Pantau Uji Petik Coklit di Wilayah Rawan Pelanggaran Administrasi

Saat itu, Secret Service mencoba membuat barikade untuk melindungi Trump. Menurut laporan, Trump mengalami luka di telinga kanan dan terlihat darah mengalir hingga ke pipinya.

Donald Trump segera dievakuasi oleh tim keamanannya setelah terjadi penembakan. Meskipun sempat terjatuh, Trump berusaha bangkit dan mengepalkan tangannya ke arah pendukungnya.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: New York Times

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X