SketsaNusantara.id - Pernahkah anda mendengar hewan bernama Axolotl? Satwa air satu ini memiliki tampilan yang unik sehingga menarik perhatian dan memiliki banyak penggemar di Indonesia.
Menariknya, Axolotl merupakan satwa asal Mexico dan terbilang langka dan hampir punah di habitat asalnya, namun ternyata berkembang sangat baik di Indonesia.
Seameo Biotrop (Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology), Lembaga regional yang berada di bawah struktur Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI yang bergerak dalam bidang penelitian biologi tropika, menyebut bahwa Axolotl (dibaca aksolotil) merupakan hewan amfibi berjenis salamander dengan tampilan unik seperti ikan yang memiliki kaki/tangan.
Satwa air yang memiliki nama latin Ambystoma Mexicanum atau yang dijuluki monster air dari Mexico ini memiliki ukuran tubuh mungil hanya sekitar 20 hingga 30 cm dengan bobot mencapai 60 - 110 gram saja.
Menariknya, Axolotl ini memiliki serangkaian insang yang berbentuk seperti tiga buah tanduk berbulu masing-masing terletak pada bagian kepala sisi kiri dan kanan, sedangkan bagian bawah terdapat dua buah kaki/tangan sehingga semakin menunjukkan ciri khasnya yang unik.
Axolotl termasuk kategori karnovira air yang memakan cacing, siput, bahkan ikan dan amfibi berukuran kecil dalam air.
Satwa air yang lucu dan menggemaskan ini juga memiliki kemampuan regenerasi luar biasa yang mampu menyembuhkan luka dan menumbuhkan kembali anggota tubuh dengan cepat.
Tak heran, jika amfibi yang menghabiskan sebagian besar waktunya di air ini memiliki daya tahan tubuh kuat dan mampu bertahan hidup selama 10 hingga 15 tahun lamanya.
Axolotl memiliki warna asli hitam atau coklat, namun beberapa ada yang terlahir dalam kondisi albino lalu berkembang biak hingga menghasilkan peranakan warna lebih cerah mulai dari kuning hingga merah muda.
Peranakan berbagai jenis axolotl albino ini memiliki tampilan menarik dan berwarna-warni sehingga menjadi salah satu hewan peliharaan yang kini telah berhasil dibudidayakan dengan baik di Indonesia.
Pada habitat aslinya, populasi Axolotl di Mexico mengalami ancaman kepunahan lantaran adanya urbanisasi besar-besaran, serta beberapa faktor lainnya seperti kerusakan habitat akibat polusi air, perburuan liar hingga munculnya ikan invasif sebagai predator Axolotl.
Artikel Terkait
Kisah Sedih Dari Jepara, Tak Punya Tempat Tinggal Pria Paruh Baya dan Anak Memilih Tinggal di Gua Beralaskan Tikar
Duh! 4 Pria di Sukolilo Pati Jadi Korban Main Hakim Sendiri, Disangka Maling Padahal Mau Lacak Mobil Rental
Kronologi Kasus Pengeroyokan Pati, Bos Rental Mobil Asal Jakarta Tewas Dihajar Massa Usai Diteriaki Maling
Kasihan! Gadis Cilik Usia Masih 5 Tahun Ini Rela Jadi Tukang Tambal Ban di Pinggir Jalan Demi Sambung Hidup
Viral Video Seorang Wanita Paksa Balita Menghirup Vape, Netizen Heboh Sebut Sebagai Child Abuse
Putri Ariani Dituding Tak Profesional oleh Media Malaysia, Penyelenggara Konser Alan Walker Angkat Bicara, Ternyata…