Minggu, 26 Juli 2026

Yusril Kritik Dedi Mulyadi soal Sayembara Tangkap Begal yang Dikhawatirkan Memicu Main Hakim Sendiri, KDM Beri Penjelasan dan Tegaskan Hal Ini

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:48 WIB
Dedi Mulyadi tanggapi kritik soal sayembara tangkap begal yang justru dinilai bisa mencegah main hakim sendiri dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat (Instagram @dedimulyadi71)
Dedi Mulyadi tanggapi kritik soal sayembara tangkap begal yang justru dinilai bisa mencegah main hakim sendiri dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat (Instagram @dedimulyadi71)

 

SketsaNusantara.idGubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menjadi perbincangan publik setelah menggagas sayembara bagi warga yang berhasil menangkap pelaku begal, maling, copet, jambret, hingga perampok.

Dalam sayembara tersebut, Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu menjanjikan hadiah uang senilai Rp5-50 juta bagi masyarakat yang mampu menangkap pelaku tindak kriminal dalam keadaan hidup. Sayembara itu pun menuai beragam tanggapan hingga muncul pro dan kontra.

Di satu sisi, sebagian masyarakat menilai langkah tersebut dapat meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Namun di sisi lain, kebijakan itu juga menuai kritik karena dinilai berpotensi memicu aksi main hakim sendiri.

Salah satu kritik datang dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, dan Imigrasi-Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra.

Yusril mengingatkan Dedi Mulyadi agar sayembara seperti itu sebaiknya tidak dilakukan. Menurutnya, hadiah yang dijanjikan kepada masyarakat justru berpotensi memancing tindakan di luar koridor hukum, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit saat ini.

Baca Juga: KDM Beberkan Data Lengkap Usai Dikritik Soal Anggaran 22 M untuk Kebersihan Masjid Al Jabar, Begini Penjelasan Gubernur Jawa Barat

"Sayembara (tangkap begal) seperti itu sebaiknya jangan dilakukan karena akan memancing masyarakat, apalagi dalam kondisi ekonomi yang sulit," kata Yusril, dilansir dari video yang diunggah di akun Instagram @undercover.id.

Sayembara dengan iming-iming hadiah jutaan rupiah bisa membuat banyak orang berlomba-lomba mengejar pelaku kejahatan.

Namun, dikhawatirkan munculnya kesalahan yang justru dapat merugikan orang lain yang dituduh atau tidak bersalah hingga memicu tindakan main hakim sendiri.

"Kalau boleh saya menyampaikan nasihat dengan segala hormat kepada Pak Gubernur Jawa Barat, sebaiknya jangan membuka sayembara seperti ini karena khawatir akan mendorong masyarakat main hakim sendiri," ujarnya.

"Khawatirnya nanti jangan-jangan nih orang yang bukan begal malah dipentung (dituduh) jadi begal, takutnya kan begitu karena (iming-iming) dikasih imbalan hadiah Rp10 juta atau Rp5 juta," tambahnya.

Menanggapi kritik tersebut, Dedi Mulyadi akhirnya buka suara. Melalui akun Instagram pribadinya, KDM memberikan penjelasan dan menyebut sayembara yang digagasnya justru mencegah tindakan main hakim sendiri.

"Sayembara tangkap begal justru anti main hakim sendiri, bahkan anti main hakim rame-rame," tulis KDM dikutip SketsaNusantara.id video yang diunggah di akun Instagram @dedimulyadi71 pada hari Sabtu, 25 Juli 2026.

Halaman:

Editor: Mila Zhely Nurul Hidayah

Sumber: Instagram @dedimulyadi71

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X