“Wafatnya Nabi Sulaiman (as) bahkan ditandai dengan kuasa rayap yang mampu melahap tongkat terkuat, melampaui kekuatan jin paling sakti masa itu," ujatnya.
"Rayap adalah penanda bahwa kekuasaan tidak pernah abadi, sekalipun melekat pada seorang Nabi," tuturnya.
Menariknya, dalam kisah yang dibagikan UAH tentang rayap ikut dikaitkan dengan momen unik yang ditemukannya saat ini.
UAH melihat kuasa hewan kecil tersebut yang begitu merusak, namun pengalaman ini membawa pesan tersendiri yang bisa menjadi refleksi bagi manusia.
“Kini, di tahun 2026 rayap datang lagi. Bukan ke singgasana, namun singgah di perpustakaan sensei sejati. Ia melahap bagian kitab, baju, bahkan uang kecil tanda kenangan," terangnya.
“Sekali lagi, ia memberi tanda bahwa dunia tidak abadi, hanya amal shaleh yang dapat dibawa pergi," lanjutnya.
“Sensei meminta Bundachan berdamai dengan rayap, hidup berdampingan. Kitab dibersihkan, baju dicuci. Kecuali uang yang memang tidak bisa dicuci, karena pencucian uang hanya akan merusak nilai dan harga diri," pungkasnya.
Unggahan tersebut mencuri perhatian publik yang berisi refleksi spiritual tentang ketidakabadian kekuasaan dan harta benda yang meskipun disimpan sangat rapi oleh manusia semasa hidupnya.
Baca Juga: Polisi Temukan Brankas Rahasia Berisi 74 Kg Emas di Sentul, Netizen: 'Ani-Ani pada Siap-Siap Puasa'
Sebagian warganet kemudian mengaitkan pesan tersebut dengan kasus yang sedang ramai menjadi sorotan, termasuk kasus dugaan korupsi yang ikut menyeret Jampidsus.
Kolom komentar unggahan UAH pun dipenuhi berbagai tanggapan. Banyak yang menilai pesan tentang rayap, tongkat Nabi Sulaiman, kekuasaan, dan harta benda memiliki makna yang relevan dengan kondisi yang sedang ramai dibicarakan publik, termasuk kasus dugaan korupsi setelah ditemukan aset simpanan di rumah Jampidsus.
“UAH sampai turun gunung sampai menyinggung soal pencucian uang yang lagi rame di bahas di Indonesia. Kasus (dugaan) korupsi Jampidsus ini emang parah sih. Di saat ekonomi rakyat lagi susah, pejabat di atas sana sibuk menimbun kekayaannya sendiri,” tulis salah satu warganet.
“Sindiran halus UAH berarti emang kondisi Indonesia nggak baik-baik aja apalagi setelah makin banyak terungkap koruptor rakus! Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah, dan dibuka semua kebenaran, jadi peringatan buat pejabat kotor di sana segera tobat sebelum ajal menjemput,” imbuh warganet lainnya.
Terlepas dari berbagai tafsiran yang muncul, unggahan UAH banyak dipahami sebagai pengingat bahwa kekuasaan, harta, dan kedudukan di dunia bersifat sementara.
Artikel Terkait
Ustaz Adi Hidayat Jawab Rumor Gantikan Miftah Maulana Sebagai Utusan Khusus Presiden, UAH: Beberapa Mengucapkan Selamat...
Stop Atraksi Politik! UAH Ingatkan Elit Politik untuk Fokus Prioritaskan Bantu Korban Bencana dan Lakukan Evaluasi hingga Serukan Taubat Nasional
Salurkan Bantuan 60 Ton, Tangis UAH Pecah Sambangi Korban Terdampak Bencana di Aceh: Setidaknya Tidak Malu di Hadapan Nabi Ketika Pulang Nanti...
Kekayaan Fantastis Syah Afandin, LHKPN Bupati Langkat Disorot Usai Terjaring OTT KPK, Aset Tanah hingga Isi Garasinya Curi Perhatian
5 Pernyataan Kejaksaan Usai Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri: Dukung Hasil Penyelidikan Polri hingga Minta Publik Hormati Proses Hukum
Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Mengundurkan Diri usai Penggeledahan Besar-besaran Polisi, Kejagung Tekankan Hormati Proses Hukum yang Berjalan