Ia mengungkapkan bahwa belakangan semakin sulit mencari tenaga kerja muda yang bersedia mengangkut pupuk kandang secara manual meski telah ditawarkan upah yang cukup tinggi.
Karena itu, penggunaan drone menjadi salah satu solusi untuk mempermudah distribusi logistik di lahan pertanian.
Meski demikian, Budianto menegaskan bahwa mengangkut manusia menggunakan drone bukanlah prosedur kerja di perusahaannya.
Dalam pernyataannya, Budianto mengatakan hanya sebagian kecil pekerja yang pernah mencoba diangkut menggunakan drone itu dilakukan hanya sebatas hiburan, bukan sebagai sarana transportasi saat bekerja di kebun.
Menyadari videonya memicu kegaduhan sekaligus memunculkan kekhawatiran terkait aspek keselamatan, Budianto akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.
"Atas kegaduhan dari video tersebut, saya meminta maaf. Saya menyatakan kepada mitra saya di mana pun berada bahwa unggahan saya dalam video viral itu sangat berbahaya dan saya berjanji tidak akan mengulanginya kembali," pungkasnya.
Video klarifikasi tersebut memancing beragam tanggapan dari warganet. Sebagian mengapresiasi sikap Budianto yang bersedia meminta maaf dan memberikan penjelasan secara terbuka.
Di sisi lain, tak sedikit pula yang menilai ide pemanfaatan drone untuk membantu aktivitas pertanian sebenarnya cukup inovatif selama penggunaannya tetap memperhatikan standar keselamatan dan tidak digunakan untuk mengangkut manusia.
"Sebenarnya dia nggak salah juga sih, drone juga punya sendiri. Dia bukan pejabat dan belinya bukan pakai uang rakyat. Tapi memang kalau sampai jatuh tetap berbahaya, jadi harus diperhitungkan risikonya," tulis salah seorang warganet.
Warganet lainnya menilai teknologi drone justru memiliki potensi besar apabila dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lebih aman.
"Ide kreatif seperti ini bisa jadi awal munculnya inovasi yang lebih aman. Drone juga bisa dipakai untuk distribusi logistik atau membantu penyelamatan di daerah yang sulit dijangkau. Tinggal pengembangannya aja yang harus lebih memperhatikan faktor keselamatan," komentar netizen lainnya.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, viralnya video tersebut menjadi pengingat bahwa inovasi teknologi di sektor pertanian memang terus berkembang.
Namun, penerapannya tetap harus mengutamakan aspek keamanan agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.****
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kasus Temuan Ladang Ganja di TNBTS! Mulai dari Larangan Pemakaian Drone hingga Harus Bayar 2 Juta, Termasuk PP yang Diresmikan Jokowi?
Klarifikasi Sarwendah Bantah Tudingan Lakukan Pesugihan di Gunung Kawi, Kuasa Hukum Sebut Kliennya Jadi Korban Framing hingga Siap Tempuh Jalur Hukum
Rina Nose Klarifikasi Usai Dituding Ikut Parodikan Sarwendah di Tengah Polemik dengan Ruben Onsu, Rizky Billar Sampai Ikut Angkat Bicara
Minta Maaf, Denny Caknan dan Bella Bonita Berikan Klarifikasi Usai Unggahan di TikTok Ramai Dikritik karena Diduga Menyinggung Penyandang Disabilitas
Isi Klarifikasi Nana Kencanawati Usai Komentar "Gembrot" Viral, Akui Tak Pantas dan Minta Maaf ke Publik
Suarakan 'Free Palestine' di Panggung Prambanan Jazz 2026, Ari Lasso Berikan Klarifikasi Usai Beredar Narasi soal Keinginannya Menikah di Israel