Rabu, 8 Juli 2026

Kukuhkan Destana Sempusari, BPBD Jember Targetkan Pembentukan Destana Keltana Rampung September 2026

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Rabu, 8 Juli 2026 | 13:00 WIB
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

"Kita akan laksanakan apel besar dengan menunjukkan seluruh potensi yang kita miliki, mulai dari personel, peralatan, hingga keahlian teknik penanganan bencana," jelas Edy.

Baca Juga: Cegah Bencana, BPBD Jember dan Relawan Petakan Risiko Bencana di Kawasan Danau Tunjung Jember

Akselerasi pembentukan pos-pos tangguh bencana di tingkat akar rumput ini dinilai sangat krusial mengingat tingginya intensitas peristiwa alam di Jember.

Edy mengungkapkan, berdasarkan data rekapitulasi sepanjang semester pertama tahun ini (1 Januari hingga 30 Juni 2026), Jember telah diguncang 345 kejadian bencana.

Rinciannya meliputi 274 peristiwa bencana alam yang didominasi oleh faktor hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang akibat puncak musim hujan serta 71 kejadian bencana non-alam.

Baca Juga: Sungai Pakel Meluap, BPBD Jember Gerak Cepat Tangani Pemukiman Warga yang Terendam Lumpur

Kondisi geografis dan frekuensi inilah yang membuat Jember kini diistilahkan bukan lagi sekadar supermarket bencana, melainkan sudah menjadi hipermarket bencana.

Dengan keterbatasan personel BPBD Jember yang hanya berjumlah sekitar 60 orang, keberadaan relawan lokal dan pengurus Destana menjadi garda terdepan yang sangat diandalkan. Kehadiran mereka memangkas waktu respons geografis yang luasnya mencapai 3.500 kilometer persegi.

"Kejadian bencana misalnya di Kencong, itu butuh waktu tempuh 1,5 jam bagi Tim Reaksi Cepat kami untuk sampai ke lokasi dari markas komando. Di sinilah Destana dan para relawan lokal mengambil peran penting untuk melakukan penanganan awal secara cepat," tambahnya.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Terjang Mayang, BPBD Jember: Dua Rumah Warga Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

Guna menunjang kemandirian posko lokal, BPBD Jember terus menyalurkan berbagai dukungan aset penunjang resimen tanggap darurat, mulai dari mesin gergaji mesin (chainsaw) hingga peralatan evakuasi lain.

Saat ini, memanfaatkan momentum musim kemarau di mana intensitas bencana hidrometeorologi cenderung menurun, BPBD Jember gencar turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi, edukasi mitigasi, serta pembinaan pelatihan secara berkala kepada masyarakat.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X