SketsaNusantara.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BKMG) angkat bicara mengenai fenomena mengerikan yang terjadi di kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur.
Belum lama ini, media sosial sempat dihebohkan dengan kemunculan pusaran angin cukup besar dan terlihat menjulang tinggi yang mengerucut naik ke langit.
Kejadian ini mencuri perhatian publik dan ramai jadi perbincangan publik usai videonya beredar di media sosial.
Dalam rekaman video yang diunggah akun Instagram @wisata_jatim, tampak para wisatawan mengabadikan momen saat terjadi pusaran angin yang mulanya kecil hingga diameternya menjadi cukup besar.
Terjangan angin itu berputar mirip seperti tornado atau angin puting beliung yang menerbangkan pasir dan juga debu. Fenomena alam ini teramati dengan jelas yang terjadi pada hari Sabtu, 4 Juli 2026.
Aktivitas pun berjalan seperti biasa. Beberapa wisatawan naik kuda dengan didampingi tour guide. Alih-alih menghindar, banyak wisatawan menikmati pemandangan meski ada pusaran angin di depannya.
Kejadian ini ramai jadi sorotan dan sempat membuat warganet panik yang ikut memicu rasa penasaran. Di tengah kekhawatiran publik, BMKG memberikan penjelasan mengenai fenomena tersebut.
Melalui akun Instagram resmi, BMKG menjelaskan bahwa kejadian yang ditampilkan dalam video merupakan fenomena dust devil.
Pakar menyebut fenomena dust devil ini merupakan pusaran angin mirip seperti tornado yang relatif kecil dan tak memiliki daya rusak. Hal ini kerap terjadi di Lautan Pasir Bromo, terutama ketika cuaca panas dan kering.
"Ini namanya DUST DEVIL, adalah pusaran udara kecil namun kuat yang terjadi saat udara kering yang sangat panas dan tidak stabil di permukaan tanah," tulis BMKG dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @bmkgjuanda.
"Pusaran angin naik dengan cepat melalui udara yang lebih dingin di atasnya, membentuk aliran udara ke atas berupa pusaran dan membawa debu, serpihan, atau puing-puing di sekitarnya (NOAA)," jelasnya.
Dust devil atau yang sering disebut sebagai "setan debu" merupakan pusaran angin vertikal berbentuk kolom yang membawa debu atau pasir.
Artikel Terkait
Musim Kemarau Ternyata Banjir? BMKG Ungkap Ancaman Cuaca Ekstrem hingga Akhir Tahun 2025
Suhu Panas hingga 37 Derajat Landa Sejumlah Wilayah di Indonesia, Ini Penyebabnya Kata BMKG: Pengaruh dari...
Badai Geomagnetik Kuat Kembali Menghantam Bumi, BMKG Jelaskan Penyebab hingga Dampaknya bagi Indonesia, Benarkah Jadi Pemicu Cuaca Ekstrem?
Heboh Fenomena Langit Merah Darah di Pandeglang Banten, Bikin Warga Resah hingga Dianggap Jadi Pertanda Datangnya Bencana, Begini Penjelasan BMKG
Viral Jam di Ponsel Warga Ternate Mundur Satu Jam, Berikut Penjelasan Resminya dari BMKG