Mahfud Singgung Pernyataan Dadan Sebelum Kasus Mencuat
Dalam video yang sama, Mahfud mengingat kembali pernyataan Dadan Hindayana dalam sebuah podcast bersama Akbar Faizal.
Menurut Mahfud, saat itu Dadan menyebut terdapat dua ancaman utama terhadap keberlangsungan Badan Gizi Nasional.
Ancaman pertama adalah korupsi dalam pengelolaan keuangan, sedangkan ancaman kedua ialah kasus keracunan yang menimpa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
Mahfud mengatakan Dadan ketika itu menyampaikan bahwa potensi korupsi relatif mudah dikendalikan.
Namun, Mahfud menilai fakta yang kemudian terungkap justru bertolak belakang.
"Kata dia, kalau yang korupsi itu dijaminlah, ndak ada, mudah dikontrol."
Mahfud kemudian menambahkan bahwa dugaan korupsi yang muncul justru disebutnya sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
"Ternyata korupsinya paling besar di dalam beberapa tahun terakhir ini."
Nilai Dugaan Korupsi Jadi Sorotan
Mahfud juga menyinggung dugaan penyimpangan dalam pengadaan berbagai barang yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
Ia menyebut dugaan tersebut baru terungkap setelah proses penegakan hukum berjalan.
"Triliunan uang dia makan begitu saja."
Menurut Mahfud, sebelum ditangkap, Dadan disebut merasa seluruh kebijakan yang dijalankan sudah benar.
Ia juga mengatakan berbagai peringatan yang muncul sebelumnya tidak direspons sebagaimana mestinya.
Artikel Terkait
Kekayaan Dadan Hindayana, Mantan Kepala BGN Ramai Disorot Usai Ditahan Kejagung Terkait Kasus Dugaan Praktik Jual Beli Titik Dapur MBG
Eks Wakil Kepala BGN Ditahan Kejagung, Intip LHKPN Lodewyk Pusung yang Punya Kekayaan Fantastis! Hartanya 6 Kali Lipat dari Kekayaan Dadan Hindayana
Kronologi Kasus Korupsi Pengelolaan MBG yang Libatkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Kejagung Ungkap 4 Dugaan Mark Up
Lakukan Abuse of Power di Program MBG? Dadan Hindayana Cs Dikenakan Pasal Berlapis Ini, Ancaman Penjara Seumur Hidup Menanti
Prabowo Beri Peringatan Keras Usai Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Tegaskan Program MBG Bersifat Sakral: Bukan Proyek untuk Perkaya Oknum!