Menurut informasi yang dibeberkan akun X @salam4jari, uang total senilai 20 juta yang dibagikan oleh Ketua BEM FH ke sejumlah pengurus, termasuk Wakil Ketua dan Kastrat BEM FH UBK hingga Ketua BEM FEB UBK dan Wakil BEM FEB UBK, serta beberapa mahasiswa senior.
"Ketua BEM FH mengaku telah menerima uang sebesar Rp6 juta, sementara Wakil Ketua BEM, MT dan 2 orang senior HMI menerima suap masing-masing sebesar Rp2,5 juta. Sementara itu Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB mengaku dapat uang sebesar Rp 2 juta," ungkap akun tersebut.
Mahasiswa yang mengaku telah menerima uang dari polisi akhirnya menyampaikan permintaan maaf di hadapan publik. Secara bergantian mereka merinci satu per satu aliran dana suap yang diterima pengurus BEM FH.
Nominal uang yang diterima bervariasi mulai Rp2 juta hingga Rp6 juta yang diduga diberikan agar mahasiswa tidak melanjutkan aksi demonstrasi susulan setelah bertemu Gibran di Istana Wapres.
"Saya pengurus BEM FH ingin menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan dan kesalahan kami. Saya menerima uang sebesar Rp2 juta dari Ketua BEM FH," kata salah satu mahasiswa inisial MB dalam video yang diunggah di kanal YouTube Sociocorner pada hari Rabu, 23 Juni 2026.
"Saya pengurus badan eksekutif mahasiswa, mengaku telah menerima uang sebesar Rp5 juta dan saya sampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada teman-teman semuanya. Uang tersebut diberikan untuk membubarkan aksi di Istana dan juga dibagikan kepada dua senior," ungkap pengurus BEM FH lainnya inisial RMA.
Menariknya, mahasiswa BEM FH UBK yang mengaku dapat suap dari seorang aparat kepolisian inisial A. Namun, pernyataaan tersebut masih mernjadi bagian dari klarifikasi internal di lingkungan kampus UBK.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai hal ini. Video pengakuan BEM UBK yang menerima uang dari polisi seketika ramai jadi gunjingan warganet di media sosial yang memicu spekulasi adanya dugaan suap pada sejumlah aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini.
Warganet juga kembali menyoroti pernyataan Ketua BEM FH UBK yang sebelumnya menegaskan bahwa pertemuannya dengan Gibran "bukan settingan", namun pada akhirnya mereka tergiur menerima dana dari aparat kepolisian.
Sementara itu, internal mahasiswa UBK melayangkan 10 tuntutan keras. Mereka mendesak para pengurus BEM yang terlibat serta diduga menerima suap dari aparat keamanan untuk segera mundur dari jabatannya dan menghadapi sanksi akademik dari pihak kampus.***
Artikel Terkait
Natalius Pigai Usul Area Khusus untuk Aksi Demo, Lokasi Bisa Menampung Ribuan Massa Tanpa Ganggu Aktivitas Publik
Serba-Serbi Demo Mahasiswa dalam Peringatan Hardiknas 2026, BEM SI Berikan 'Kartu Kuning' untuk Kemdiktisaintek, Soroti Gelapnya Pendidikan Indonesia
Viral Polisi Blokade Jalur Demo Mahasiswa UI ke Bundaran HI, Massa Diminta Pindah Lokasi Unjuk Rasa ke DPR
5 Tuntutan Demo Mahasiswa UI di Bundaran HI, Desak Pemerintah Hentikan Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih
7 Fakta Bundaran HI, Ikon Jakarta yang Sempat Jadi Titik Aksi Demo BEM UI pada 12 Juni 2026, Ternyata Gagasan Bung Karno
Surabaya Menggugat! 6 Tuntutan Aksi Demo Masyarakat Sipil di Grahadi: Desak Pemerintah Hentikan Program MBG, Turunkan harga BBM hingga Cabut UU Polri