Rabu, 17 Juni 2026

Apa itu B50? Mengenal BBM Campuran Solar dengan Minyak Kelapa Sawit yang Dinilai Lebih Ramah Lingkungan, Pakar Ingatkan Dampaknya pada Mesin Kendaraan

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 17 Juni 2026 | 10:30 WIB
Potret B50, bahan bakar campuran solar dan minyak kelapa sawit yang rencananya akan dipasarkan di Indonesia dan diklaim lebih ramah lingkungan (esdm.go.id)
Potret B50, bahan bakar campuran solar dan minyak kelapa sawit yang rencananya akan dipasarkan di Indonesia dan diklaim lebih ramah lingkungan (esdm.go.id)

Karena alasan tersebut, penggunaan biodiesel dalam jumlah lebih besar dinilai berpotensi membantu menekan emisi gas rumah kaca dan mendukung target pengurangan emisi karbon nasional.

Di balik berbagai keunggulannya, muncul kekhawatiran di masyarakat mengenai efisiensi penggunaan B50. Sejumlah ahli juga menyebut kekurangan dari bahan bakar biodiesel seperti B50 

"Biodiesel memiliki nilai kalor yang lebih rendah dibanding solar. Untuk menghasilkan tenaga yang sama, bahan bakar yang dibutuhkan bisa lebih banyak. Jadi ada kemungkinan terasa lebih boros," ungkap Prof. Nurkholis Hamidi, pakar di bidang Energi Baru Terbarukan Biofuels Universitas Brawijaya.

Nilai kalor yang lebih rendah berarti kandungan energi dalam biodiesel tidak setinggi solar fosil. Akibatnya, mesin membutuhkan volume bahan bakar yang sedikit lebih banyak dan lebih boros untuk menghasilkan tenaga yang sama.

Selain soal konsumsi bahan bakar, Prof. Nurkholis juga mengingatkan adanya sejumlah aspek teknis yang perlu diperhatikan, terutama bagi pemilik kendaraan diesel generasi lama.

Biodiesel memiliki sifat kimia yang lebih polar dibandingkan solar fosil. Karakteristik ini berpotensi memengaruhi komponen berbahan karet, seperti selang bahan bakar dan seal, terutama pada kendaraan yang belum dirancang untuk menggunakan biodiesel berkadar tinggi.

Baca Juga: Bukan Hanya Soal BBM, Prabowo Disebut Sedang Menyiapkan Reformasi Besar agar Indonesia Tak Lagi Bergantung pada Energi Impor

Dalam jangka panjang, komponen tersebut berisiko menjadi lebih getas, mudah retak, dan berpotensi menimbulkan kebocoran. Sementara itu, kendaraan diesel modern umumnya telah menggunakan material yang lebih kompatibel terhadap biodiesel.

"Biodiesel itu bahan bakar alternatif yang renewable, diproduksi dari minyak nabati seperti minyak sawit. Ini bisa mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun, mesin-mesin yang dulu dibangun kan ada yang tidak didesain menggunakan bahan bakar biodiesel dengan konsentrasi tinggi," ujarnya.

Dosen pengajar di Jurusan Teknik Mesin UB itu mendukung langkah pemerintah merilis B50, namun menurutnya, implementasi biodiesel juga perlu dilakukan secara bertahap. Prof. Nurkholis mengingatkan dampaknya penggunaan biodiesel yang ikut berdampak pada  performa mesin.

"Biodiesel bersifat lebih polar dibanding solar biasa, sehingga bisa melarutkan komponen aditif dalam karet yang mengakibatkan karet kehilangan fleksibilitas, menjadi getas dan mudah retak," tuturnya.

"Jadi, filter bahan bakar harus lebih sering dibersihkan atau diganti karena potensi penyumbatan lebih besar. Namun, pada kendaraan baru umumnya telah memiliki sistem saluran bahan bakar dan seal yang lebih tahan terhadap biodiesel sehingga tidak mudah getas," jelasnya.

Pada akhirnya, implementasi B50 merupakan langkah penting dalam upaya mencapai kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Namun, transisi menuju penggunaan biodiesel yang lebih tinggi juga menuntut kesiapan dari sisi teknologi dan perawatan kendaraan.

Bagi pemilik kendaraan, penggunaan B50 tidak hanya berarti mengganti jenis bahan bakar di SPBU, tetapi juga meningkatkan perhatian terhadap perawatan mesin agar kendaraan tetap bekerja secara optimal dalam jangka panjang.

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Esdm.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X