Polisi melakukan penjagaan ketat di kawasan Semanggi dan Thamrin kemudian mengarahkan massa ke Gedung DPR RI dengan alasan mengantisipasi kemacetan lalu lintas.
Target awal BEM Universitas Bung Karno (UBK) menggelar demonstrasi di kawasan Istana Merdeka dan Patung Kuda, Jakarta Pusat, sebagai respons atas memburuknya kondisi sosio-ekonomi dan kemunduran demokrasi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam unggahan di akun media sosial resmi, para mahasiswa menegaskan bahwa "Indonesia sedang tidak baik-baik saja" akibat krisis sosio-ekonomi yang kian menjerat masyarakat.
"Indonesia sedang tidak baik-baik saja! Ketika krisis sosio-ekonomi kian mencekik, reformasi hukum dikebiri, dan demokrasi terus berjalan mundur, diam bukanlah pilihan," ujarnya, dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun @bemfebubk pada hari Sabtu, 13 Juni 2026.
"Saatnya kita merapatkan barisan, menyatukan suara, dan turun ke jalan demi masa depan bangsa yang lebih adil. Mari kita suarakan kebenaran, panjang umur perjuangan!" pungkasnya.
Istana Merdeka sebagai simbol pusat kebijakan nasional diincar sebagai tempat menyampaikan aspirasi, agar suara tuntutan mereka didengar langsung oleh pemangku kebijakan tertinggi.
Dalam unggahannya, BEM UBK juga menyampaikan 6 tuntutan utama. Mereka mendesak pemerintah menghentikan sementara dan melakukan evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih karena dinilai membebani anggaran negara.
Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan keresahan masyarakat untuk menolak kenaikan harga BBM. Mereka menuntut peninjauan kembali kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang membebani masyarakat dan memicu lonjakan harga kebutuhan pokok di pasaran.
Mahasiswa juga mendesak pemerintah mengambil langkah taktis dan strategis guna menyelamatkan nilai tukar Rupiah yang melemah terhadap Dolar AS demi menjaga ketahanan ekonomi.
Tak kalah penting, BEM UBK menuntut peninjauan ulang terhadap revisi Undang-Undang Kepolisian RI yang dinilai bermasalah bagi ruang demokrasi sipil serta menghentikan militerisme dan menuntut penegakan supremasi sipil.
Dalam tuntutannya, BEM UBK juga menuntut negara menjamin hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan ramah di kantong bagi seluruh rakyat Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Jefri Nichol Tuai Pro Kontra Gegara Curhatan Malas Turun ke Jalan di Tengah Ramai Aksi Demo Penolakan RUU TNI
Parah! Aparat Blokade Jalan pada Demo UU TNI di Jakarta, 5 Ambulans Pembawa Korban Luka-luka Tak Bisa Lewat
Fedi Nuril Kritik Prabowo soal Demo Bayaran, Skakmat Buzzer Lewat Video Bagi-Bagi Bansos Cari Dukungan RUU TNI, Netizen Beberkan Fakta Mengejutkan!
Serba-Serbi Demo Mahasiswa dalam Peringatan Hardiknas 2026, BEM SI Berikan 'Kartu Kuning' untuk Kemdiktisaintek, Soroti Gelapnya Pendidikan Indonesia
7 Fakta Bundaran HI, Ikon Jakarta yang Sempat Jadi Titik Aksi Demo BEM UI pada 12 Juni 2026, Ternyata Gagasan Bung Karno
Kelompok Mahasiswa Bersiap Gelar Aksi di Jakarta, Ini Lokasi Demo dan Jumlah Personel yang Disiagakan Polisi