Dalam rangkaian peringatan tahun ini, WHO juga meluncurkan data terbaru mengenai beban penyakit yang berasal dari makanan. Laporan tersebut memuat estimasi kasus terbaru yang dihimpun dari berbagai negara.
Publikasi itu dilengkapi dengan dasbor interaktif yang memungkinkan masyarakat melihat sebaran kasus secara lebih mudah. Selain itu, WHO juga memperbarui data pada Global Health Observatory dengan informasi yang lebih rinci di tingkat nasional.
Untuk pertama kalinya, tersedia parameter global dan regional yang memberikan gambaran lebih lengkap mengenai dampak penyakit bawaan makanan. Data tersebut mencakup angka kesakitan, tingkat kematian, hingga total beban kesehatan masyarakat.
Seluruh informasi itu dihitung menggunakan indikator Disability-Adjusted Life Year atau DALY. Indikator tersebut digunakan untuk mengukur dampak penyakit terhadap kualitas hidup masyarakat secara lebih komprehensif.
Rentang data yang dianalisis mencakup periode panjang, yakni dari tahun 2000 hingga 2021. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat membantu berbagai negara menentukan prioritas kebijakan terkait keamanan pangan.
Melalui peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia 2026, perhatian terhadap kualitas dan keamanan makanan kembali menjadi fokus global. Upaya menjaga pangan yang aman diharapkan dapat mengurangi risiko penyakit serta mendukung kesehatan masyarakat di berbagai negara.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Viral Lele Marinasi untuk Menu MBG di Pamekasan, Konten Kreator Ahli Teknologi Pangan Lakukan Uji Coba Bakteri Salmonela, Hasilnya...
Jaga Harga Sembako Lebaran 2026, Satgas Pangan Siap Bertindak Jika Ada Kenaikan di Atas HET
Optimalkan Bantuan Pangan, Gus Fawait Optimistis Angka Kemiskinan Jember Diprediksi Turun Signifikan
Bantuan Pangan Bulog Menjangkau Kepulauan Seribu Usai Lebaran 2026, Warga Akui Sangat Membantu Kebutuhan
Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan Jelang El Nino, Stok Beras Capai 169 Persen Kebutuhan Nasional