SketsaNusantara.id - Prestasi membanggakan ditorehkan Mudji Irianik, guru SMAN Mojoagung. Dia baru dilantik menjadi guru ahli utama mata pelajaran Kimia. Ia menjadi satu-satunya guru di Jawa Timur yang menduduki jabatan fungsional tertinggi.
Proses pelantikan dan pengambilan sumpah sudah dilakukan di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Senin 18 Mei lalu. "Yang mengambil sumpah langsung Asisten l Sekda Bapak lmam Hidayat dan didampingi Kepala Dinas Bapak Aries Agung Paewai, bersama delapan guru mata pelajaran lainnya," ujar ibu dua anak ini.
Perempuan berkacamata ini menambahkan, dasar pelantikan itu Keputusan Presiden Nomor 9/M Tahun 2026. "Sudah ditandatangani langsung Presiden Prabowo Subianto tanggal 16 Maret 2026," imbuhnya.
Baca Juga: Berbagi Pesan Semangat! Intip Ucapan Hari Donor Darah Sedunia 2026, Share Langsung Mulai Sekarang
Istri dari Chusnul Ahmadi ini mengkisahkan perasaannya saat akan dilantik setelah mendapat kabar dari Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) di Jombang dan sekolah. "Senang banget rasanya tidak percaya, apalagi saat dilantik ndredek campur senang campur bahagia," ucapnya.
Alumni Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini menuturkan, uji kompetensi kenaikan jenjang (UKKJ) baginya sudah dilaksanakan tanggal 24 Juni sampai 3 Juli 2025 lalu.
"Dan dinyatakan lulus serta layak menduduki jabatan fungsional ahli utama, sertifikatnya ditandatangani Dirjen GTK Prof. Nunuk Suryani," paparnya.
Penantiannya tidak berhenti di situ. Dirinya wajib mengikuti sesi wawancara dengan durasi dua jam lebih. "Tim pengujinya dari Ditjen Dikti Jakarta. Dari 80-90 peserta dari Jawa Timur, yang lolos seleksi wawancara hanya 9 orang yang dilantik kemarin itu. Dan, saya satu-satunya dari Kabupaten Jombang," kenangnya.
Padahal dirinya saat itu hendak hadir di pernikahan anaknya di Medan. "Terpaksa harus mengubah jadwal penerbangan pesawat ke Medan," tandasnya.
Dia mengaku hanya butuh waktu lima semester menuju jabatan ahli utama. "Hanya 2,5 tahun sudah bisa mengajukan ke pangkat IV/d," jelasnya.
Mulai dari kenaikan ke pangkat IV/c diakuinya sudah penuh tantangan. "Karena harus membuat karya ilmiah, alat pelajaran, buku pendidikan, artikel jurnal dan lainnya. Pokoknya lumayan berat saat itu," kenangnya. "Tapi alhamdulillah lolos, tidak remidi dan bahkan dapat nilai maksimal," akunya.
Ditanya kiat sukses meraih prestasinya, perempuan kelahiran 10 Oktober 1971 ini mengaku bekal dan persiapan yang matang. "Terutama doa suami, anak dan orang-orang yang menyayangi saya," tuturnya.
Artikel Terkait
Kemenag - Disdik Kota Blitar Gelar Workshop, Ajak Guru Terbitkan Buku Antologi
Komisi X DPR Minta Pemerintah Tetapkan Status Guru Honorer Jadi ASN, Soroti Ketidakjelasan PPPK Paruh Waktu
Viral Prabowo Sebut Gaji Guru Naik 300 Persen, Langsung Direvisi Jadi Hakim