Jumat, 5 Juni 2026

Siapa Karl Landsteiner? Profil Ilmuwan Penemu Golongan Darah yang Jadi Alasan Hari Donor Darah Sedunia Diperingati Setiap 14 Juni

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 5 Juni 2026 | 20:30 WIB
Sosok Karl Landsteiner (kanan), penemu golongan darah (Kolase nobelprize.org, Freepk/rawpixel)
Sosok Karl Landsteiner (kanan), penemu golongan darah (Kolase nobelprize.org, Freepk/rawpixel)

SketsaNusantara.id - Setiap tanggal 14 Juni, masyarakat dunia memperingati Hari Donor Darah Sedunia atau World Blood Donor Day.

Peringatan ini kerap menjadi momentum untuk mengapresiasi para pendonor darah yang sukarela mendonorkan darahnya.

Selain itu, peringatah Hari Donor Darah Sedunia ini juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ketersediaan darah.

Ada alasan khusus mengapa Hari Donor Darah Sedunia diperingati setiap tanggal 14 Juni.

pemilihan tanggal tersebut rupanya berkaitan dengan sosok ilmuwan asal Austria yang menemukan sistemgolongan darah ABO, Karl Landsteiner

Baca Juga: Antusiasme Tinggi Warnai Donor Darah Bank Mandiri Jember, Nasabah dan Karyawan Bersatu Bantu Pasien Membutuhkan

Profil Karl Landsteiner?

Karl Landsteiner lahir di Wina, Austria, pada 14 Juni 1868. Tanggal lahirnya itu yang kemudian dipilih sebagai peringatan Hari Donor Darah Sedunia.

Berdasarkan biografi resmi yang dimuat oleh Nobel Prize, ia menempuh pendidikan kedokteran di University of Vienna dan memperoleh gelar doktor pada 1891.

Setelah lulus, Landsteiner memperdalam ilmu kimia dan kedokteran melalui berbagai penelitian di Eropa.

Sebelum penemuannya, proses transfusi darah sering kali berujung kegagalan bahkan kematian.

Penyebabnya, karena saat itu dokter belum memahami bahwa darah manusia memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga banyak pasien mengalami reaksi berbahaya akibat menerima darah yang tidak cocok.

Baca Juga: 8 Link Twibbon Hari Donor Darah Sedunia 14 Juni 2026, Mari Ikut Serta Bergabung Merayakan WBDD di Media Sosial

Hingga akhirnya pada 1901, Landsteiner menemukan fakta bahwa darah manusia dapat dikelompokkan menjadi tiga tipe utama yang kemudian dikenal sebagai A, B dan O.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: nobelprize.org

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X