Sabtu, 18 Juli 2026

Tangis Megawati Pecah Saat Mengenang Ryamizard Ryacudu, Ada Cerita dari Aceh yang Membekas Selama Bertahun-Tahun

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Senin, 1 Juni 2026 | 07:00 WIB
Megawati Soekarnoputri. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Megawati Soekarnoputri. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

SketsaNusantara.id - Megawati Soekarnoputri tak kuasa menahan haru saat mengenang Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu yang wafat pada Minggu, 31 Mei 2026.

Di balik kabar duka tersebut, tersimpan sebuah kenangan lama yang kembali muncul ke permukaan dan menjadi perhatian publik.

Presiden Kelima Republik Indonesia itu mengenang Ryamizard bukan hanya sebagai mantan Kepala Staf Angkatan Darat, tetapi juga sahabat yang selalu hadir ketika negara menghadapi situasi sulit. Salah satu peristiwa yang paling membekas baginya terjadi setelah bencana besar melanda Aceh.

Baca Juga: Ryamizard Ryacudu Wafat di Usia 76 Tahun, Prabowo Sampaikan Duka, Jenazah Akan Dimakamkan di TMP Kalibata

Ryamizard Ryacudu meninggal dunia di usia 76 tahun setelah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Kabar wafatnya memunculkan berbagai ungkapan belasungkawa dari tokoh nasional, termasuk Megawati Soekarnoputri.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Megawati menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia mengenang sosok Ryamizard sebagai prajurit yang memiliki dedikasi tinggi terhadap bangsa dan negara selama masa pengabdiannya.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Pak Ryamizard Ryacudu. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," ujar Megawati kepada awak media.

Baca Juga: Megawati Soekarnoputri hingga Prabowo Subianto Kenang Try Sutrisno sebagai Suri Tauladan Bangsa, Pemerintah Instruksi Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Kenangan Megawati terhadap Ryamizard berawal ketika dirinya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Pada masa itu, Ryamizard mengemban tugas sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dan terlibat dalam berbagai agenda strategis negara.

Menurut Megawati, Ryamizard dikenal memiliki karakter kepemimpinan yang tegas dan disiplin. Dalam berbagai kesempatan, ia selalu menempatkan kepentingan rakyat dan negara sebagai prioritas utama.

Namun, ada satu peristiwa yang paling membekas dalam ingatan Megawati. Peristiwa itu terjadi setelah dirinya melakukan kunjungan ke Aceh yang saat itu sedang menghadapi dampak bencana besar.

Saat melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan, Megawati menemukan kebutuhan mendesak untuk membangun jembatan darurat. Infrastruktur yang rusak menyebabkan akses warga terputus dan membutuhkan penanganan cepat.

Ketika kembali dari Aceh, Megawati segera menghubungi Ryamizard. Respons yang diterimanya saat itu menjadi kenangan yang masih diingat hingga kini.

"Saya masih ingat ketika pulang dari Aceh dan melihat kebutuhan mendesak akan jembatan Bailey. Saya kemudian menelepon Pak Ryamizard. Dengan sigap beliau langsung membantu dengan mengerahkan batalyon Zeni untuk memasang jembatan darurat tersebut sehingga akses masyarakat dapat segera pulih," kenang Megawati.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X