SketsaNusantara.id - Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur bukanlah desa biasa. Desa itu dikenal sebagai sentra produsen kerupuk goreng pasir, dengan 17 pengusaha aktif yang menjadikan industri rumahan ini sebagai penggerak ekonomi lokal.
Salah satu nama yang menonjol adalah Mohammad Faisol (64). Ia berhasil mengubah nasibnya dari seorang petani menjadi pengusaha sukses.
Menurut Faisol, awal perjalannya mencapai kesuksesan tidaklah mudah. Bertahun-tahun hidup sebagai petani, ia kerap menghadapi hasil panen yang tidak menentu.
Pada tahun 2005, Faisol memutuskan untuk mencari jalan baru. Ia mengajukan pinjaman modal sebesar Rp1 juta ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memulai usaha produksi kerupuk goreng pasir. Dengan modal itu, ia mengawali produksi dengan kapasitas rata-rata 1 kuintal tepung tapioka per hari.
“Waktu itu, saya hanya punya tekad. Tidak tahu ke mana usaha ini akan membawa, tapi saya harus mencoba,” kenang Faisol.
Usaha sederhana itu perlahan berkembang. Pada tahun 2010, Faisol mengajukan pinjaman lagi untuk membeli mesin produksi agar kapasitasnya meningkat. Hasilnya terlihat nyata, kini ia mampu memproduksi 4 hingga 5 kuintal tepung per hari. Keberhasilan ini membuat usaha kerupuk goreng pasirnya menjadi salah satu yang paling produktif di Desa Badang.
Pemasarannya meluas tak hanya di wilayah Jawa Timur, tapi juga merambah ke Jawa Tengah, daerah ibu kota Jakarta, Bandung, hingga Sorong di Papua.
Kesuksesan Faisol tidak lepas dari peran BRI. Selama puluhan tahun, ia tetap setia menjadi nasabah bank tersebut.
“Saya senang menjadi nasabah BRI karena prosesnya mudah, pelayanannya sangat baik, dan mereka selalu mendukung pengembangan usaha saya,” ujar Faisol, awal pekan ini.
Bahkan saat limit pinjamannya mencapai Rp100 juta, Kepala Unit BRI Ngoro langsung mendampingi Faisol untuk mengajukan pinjaman lebih besar di kantor cabang. Saat ini, limit pinjaman Faisol telah mencapai Rp470 juta, hampir setengah miliar rupiah.
Keberhasilan Faisol juga berdampak luas bagi Desa Badang. Selain menciptakan lapangan kerja untuk warga sekitarnya, kerupuk goreng pasir produksi lokal ini sekarang telah dikenal luas dan membawa nama Desa Badang ke panggung kuliner Nusantara.
“Bagi saya, ini bukan sekadar soal keuntungan. Ini tentang memberikan kesempatan bagi warga sekitar, melestarikan produk lokal, dan membuktikan bahwa usaha keras bisa membuahkan hasil,” katanya.
Artikel Terkait
BRI Perluas Pemberdayaan UMKM Lewat KUR, Pelaku Usaha Kabanjahe Bangkit dari Modal Terbatas
Lebih 60 Persen KUR BRI Mengalir ke Sektor Produksi, Ini Capaian Penyaluran Sepanjang Tahun 2025
Bersama BRI, Pelaku UMKM Produk Olahan Ikan Ini Menginspirasi Pasar dan Raih Penghargaan