Sabtu, 18 Juli 2026

5 Fakta Mengejutkan Tragedi Laka Tunggal Jip Wisata Gunung Bromo: Sopir dan 1 Wisatawan Asal Semarang Meninggal Dunia, Begini Kronologinya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:45 WIB
Potret jip wisata yang mengalami kerusakan parah pasca terjadi laka tunggal di tebing curam kawasan Gunung Bromo (X/Jateng_twit)
Potret jip wisata yang mengalami kerusakan parah pasca terjadi laka tunggal di tebing curam kawasan Gunung Bromo (X/Jateng_twit)

Korban meninggal diketahui berinisial MS, sopir jip berusia 53 tahun, asal Tumpang, Kabupaten Malang. Sementara satu korban lainnya adalah wisatawan inisial YWA berusia 27 tahun dari Semarang.

Selain itu, tiga penumpang lainnya mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat. Kondisi para korban luka dilaporkan telah mendapatkan perawatan intensif setelah dievakuasi dari lokasi kejadian.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Jalur Bromo via Probolinggo, Diduga Dipicu Minibus Rombongan Turis Singapura yang Alami Rem Blong

3. Terjadi di Lokasi Rawan Kecelakaan

Salah satu fakta yang paling menyita perhatian publik adalah lokasi kecelakaan kali ini ternyata berada di titik yang sama dengan kecelakaan maut yang terjadi beberapa waktu lalu.

Ketua Paguyuban Hardtop Bromo wilayah Pasuruan, Widian Dharma Singgih, menyebut kecelakaan sebelumnya terjadi di sekitaran jalur Leter S Desa Wonokitri pada 22 Mei 2026, yang menewaskan wisatawan asal Korea Selatan bernama Hye Jin Kim (49 tahun).

"Lokasi kecelakaan jalur Leter S, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan ini titik yang sama dengan kecelakaan yang dialami wisatawan Korea tempo hari," ujarnya.

Fakta ini memunculkan kembali sorotan terhadap jalur Leter S yang dikenal memiliki kontur jalan curam dan tikungan tajam sehingga dinilai cukup rawan terjadi kecelakaan.

Baca Juga: Ngeri! Inilah Detik-Detik Kecelakaan Maut Beruntun akibat Rem Blong di Tol Ciawi, 8 Orang Meninggal Dunia dan 11 Orang Luka-luka

4. Laka Tunggal Diduga Akibat Rem Blong

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga dipicu oleh kegagalan sistem pengereman atau rem blong saat kendaraan melaju di jalur menurun.

Akibat rem yang tidak berfungsi optimal, pengemudi diduga kesulitan mengendalikan laju kendaraan saat memasuki tikungan tajam. Jip kemudian menghantam tebing di sisi jalan hingga akhirnya mengalami kerusakan parah.

Meski demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut, termasuk memeriksa kondisi teknis kendaraan yang terlibat.

5. Kawasan Wisata Bromo Ditutup Sementara

Pasca kecelakaan, beredar informasi bahwa kawasan wisata Gunung Bromo ditutup untuk umum. Namun, penutupan tersebut ternyata tidak berkaitan dengan insiden kecelakaan jip wisata.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X