SketsaNusantara.id - Momen Hari Raya Kurban selalu menarik perhatian publik. Bukan hanya penyembelihan hewan tetapi juga saat pembagian daging kurban yang dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia.
Di tengah meningkatnya kesadaran soal darurat sampah plastik, ternyata banyak warga memilih meninggalkan kantong plastik sekali pakai dan beralih menggunakan wadah tradisional maupun peralatan rumah tangga saat mengambil daging kurban.
Berbagai cara unik dilakukan warga di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Jawa Barat dalam pelaksanaan pembagian daging kurban pada Hari Raya Idul Adha 2026 yang dinilai lebih ramah lingkungan.
Salah satu pemandangan menarik terlihat di RW 14 Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah saat pengambilan daging pada hari Rabu, 27 Mei 2026.
Alih-alih menggunakan plastik, warga datang membawa wadah masing-masing dari rumah untuk mengambil daging kurban. Mulai dari panci, baskom, mangkuk, piring besi hingga thinwall food container tampak dibawa warga yang mengantre dengan tertib.
Daging yang telah dipotong-potong kemudian diletakkan di atas daun pisang sebelum dimasukkan ke wadah milik warga oleh panitia kurban.
Bukan tanpa alasan, cara tersebut dipilih untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Selain itu, langkah ini juga menjadi bentuk kepedulian warga terhadap persoalan sampah yang masih menjadi masalah serius di Kota Solo.
Tak hanya di Solo, gerakan pembagian daging kurban tanpa plastik juga ramai dilakukan di berbagai daerah lain di Indonesia.
Seperti di Desa Gunungtelu, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, panitia kurban memilih membungkus daging menggunakan daun pisang yang diikat rapi memakai tali rotan.
Video kegiatan pembagian daging kurban ramah lingkungan sempat viral di media sosial yang menuai pujian warganet, karena
"Kalau kata temenku di kota, ini namanya packing daging kurban ramah lingkungan, karena memang kampung kami cinta lingkungan," tulis akun Instagram @rifkiarif_24 yang membagikan proses pembagian daging dibungkus daun pisang.
Gerakan serupa juga sudah lama diterapkan masyarakat Padukuhan Jetis, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari, Yogyakarta.
Artikel Terkait
Simak Baik-Baik! Inilah 5 Bentuk Larangan yang Harus Dilakukan Saat Melakukan Ibadah Qurban
Apa itu Hari Tasyrik? Inilah Asal Mula Aturan Dilarang Berpuasa Setelah Hari Raya Idul Adha dan Amalan yang Sebaiknya Dilakukan Pasca Qurban
Istana Kabarkan Pembelian Hewan Qurban Presiden Prabowo Ternyata Pakai Dana APBN, Begini Penjelasan Hukumnya Menurut Islam
Kisah Inspiratif Pemulung Disabilitas dari Bekasi: Kumpulkan Uang dari Jual Kardus Bekas hingga Jadi Marbot Masjid untuk Bisa Beli Kambing Qurban
Reaksi Tak Terduga Purbaya, Menkeu RI Akui Tak Tahu Presiden Pakai Dana APBN untuk Beli Hewan Qurban, Publik Soroti Buruknya Komunikasi Pemerintah