Jumat, 17 Juli 2026

Jangan Asal Simpan Daging Kurban, Kemenkes Bagikan Panduan Lengkap agar Tetap Aman Dikonsumsi saat Iduladha

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Rabu, 27 Mei 2026 | 18:00 WIB
Ilustrasi cara benar menyimpan daging kurban Idul Adha. (Pexels/Satmar Meats)
Ilustrasi cara benar menyimpan daging kurban Idul Adha. (Pexels/Satmar Meats)

SketsaNusantara.id - Pembagian daging kurban menjadi momen yang selalu dinantikan saat Iduladha. Namun di balik tradisi tersebut, masyarakat juga diminta memperhatikan keamanan pangan.

Cara penyimpanan dan pengolahan daging kurban menjadi perhatian penting menjelang Iduladha 2026. Kesalahan dalam penanganan daging dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri maupun penyakit.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atau Kemenkes RI membagikan panduan khusus pengolahan daging kurban. Panduan tersebut berkaitan dengan proses penyimpanan hingga cara memasak yang aman.

Baca Juga: Poster Hari Raya Kurban Peringatan Idul Adha 1447 Hijriah, Yuk Share Desain Terbaik di Acara atau Media Sosial

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni mengingatkan pentingnya menjaga kualitas daging sejak awal diterima masyarakat.

“Daging kurban dipastikan dalam kondisi segar dan segera dimasak setelah diterima,” kata Andi di Gedung Bakom, Jakarta Pusat, dikutip Selasa 26 Mei 2026.

Kemenkes menjelaskan daging segar sebaiknya tidak terlalu lama berada di suhu ruang. Apabila belum dimasak, daging dianjurkan segera dimasukkan ke lemari pendingin.

Baca Juga: Daftar Link twibbon Idul Adha 1447 Hijriah, Ada Desain Modis hingga Terbaru Tema Hari Raya Kurban 2026

Untuk penyimpanan biasa, suhu lemari pendingin disarankan berada di bawah lima derajat Celsius. Dalam kondisi tersebut, daging kurban dapat bertahan hingga empat hari.

Sementara itu, penyimpanan jangka panjang memerlukan suhu yang lebih rendah. Daging dianjurkan dimasukkan ke freezer dengan suhu minus 18 hingga minus 20 derajat Celsius.

Dalam kondisi beku tersebut, daging dapat bertahan sampai tiga bulan penyimpanan. Meski begitu, Kemenkes tetap mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpan terlalu lama.

Penyimpanan tanpa pengolahan dalam waktu panjang dapat memengaruhi kualitas daging. Selain kualitas, keamanan pangan juga bisa menurun apabila penanganan tidak tepat.

Selain penyimpanan, proses memasak juga menjadi perhatian penting dalam panduan Kemenkes. Daging kurban diminta dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi masyarakat.

Proses pemasakan sempurna dinilai membantu mengurangi risiko bakteri dan kuman berbahaya. Langkah tersebut penting untuk menjaga keamanan makanan berbahan daging.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X