Gerakan pembagian daging kurban ramah lingkungan ini pun mendapat banyak apresiasi dari masyarakat, mengingat harga plastik saat ini melonjak tajam imbas naiknya harga minyak mentah di tengah ketegangan konflik Timur Tengah.
Selain membantu mengurangi sampah plastik, penggunaan wadah tradisional dinilai mampu menghidupkan kembali budaya lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Sebagai alternatif plastik, panitia kurban di berbagai daerah kini mulai mengandalkan daun jati, daun pisang, besek bambu, hingga mengimbau warga membawa wadah sendiri dari rumah.
Momentum Idul Adha pun tak hanya menjadi ajang berbagi kepada sesama, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian dengan mengurangi sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Simak Baik-Baik! Inilah 5 Bentuk Larangan yang Harus Dilakukan Saat Melakukan Ibadah Qurban
Apa itu Hari Tasyrik? Inilah Asal Mula Aturan Dilarang Berpuasa Setelah Hari Raya Idul Adha dan Amalan yang Sebaiknya Dilakukan Pasca Qurban
Istana Kabarkan Pembelian Hewan Qurban Presiden Prabowo Ternyata Pakai Dana APBN, Begini Penjelasan Hukumnya Menurut Islam
Kisah Inspiratif Pemulung Disabilitas dari Bekasi: Kumpulkan Uang dari Jual Kardus Bekas hingga Jadi Marbot Masjid untuk Bisa Beli Kambing Qurban
Reaksi Tak Terduga Purbaya, Menkeu RI Akui Tak Tahu Presiden Pakai Dana APBN untuk Beli Hewan Qurban, Publik Soroti Buruknya Komunikasi Pemerintah