Operasi penyelamatan ini melibatkan banyak unsur gabungan, mulai dari Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), BPBD Lombok Timur, Nusa Medica Clinic, EMHC, SAR Unit Lombok Timur, PT SGi Air Bali, hingga porter dan guide lokal yang berada di kawasan pendakian.
Hariyadi menegaskan koordinasi seluruh pihak menjadi faktor penting dalam keberhasilan evakuasi korban dari kawasan Gunung Rinjani.
“Keselamatan korban dan seluruh kru penyelamat menjadi prioritas utama kami dalam operasi ini,” katanya.
Hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi terbaru korban setelah menjalani penanganan medis di Bali. Namun proses evakuasi tersebut menjadi perhatian karena kembali menunjukkan tingginya risiko pendakian di Gunung Rinjani, terutama saat cuaca berubah secara cepat di kawasan pegunungan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Mengenal ESAR, Teknik Pencarian yang Digunakan Basarnas dalam Opsar Pesawat ATR 42-500, Sering Dipakai dalam Kasus Pendaki Hilang?
Terpisah dari Rombongan, Pendaki Bukit Mongkrang Lereng Gunung Lawu Dilaporkan Hilang?
Yasid Ahmad Firdaus, Pendaki 26 Tahun yang Hilang di Bukit Mongkrang, Pencarian Terus Dilakukan Tim SAR Gabungan
Misteri Hilangnya Pendaki Muda di Bukit Mongkrang, Operasi SAR Kembali Digencarkan di Lereng Lawu
Jejak Yasid Ahmad Firdaus Belum Terungkap di Lereng Lawu, Pencarian Pendaki Bukit Mongkrang Harus Diperpanjang Tiga Hari