Minggu, 19 Juli 2026

Kronologi Pendaki Malaysia Terjatuh di Gunung Rinjani, Proses Evakuasi Sempat Terhalang Cuaca Buruk

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Selasa, 26 Mei 2026 | 11:35 WIB
Ilustrasi Gunung Rinjani  (Unsplash/JoshuaKettle )
Ilustrasi Gunung Rinjani (Unsplash/JoshuaKettle )

SketsaNusantara.id - Seorang pendaki warga negara asing (WNA) asal Malaysia bernama Chye Connsyinn mengalami kecelakaan saat menuruni jalur dari puncak Gunung Rinjani menuju Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin 25 Mei 2026. Insiden tersebut membuat korban mengalami cedera serius pada bagian tulang belakang hingga tidak mampu menggerakkan tubuhnya.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Pelawangan 2 Sembalun, salah satu titik yang cukup ekstrem di jalur pendakian Gunung Rinjani. Setelah korban terjatuh, porter dan pemandu pendakian yang berada di lokasi langsung bergerak cepat memberikan pertolongan pertama sebelum mengevakuasi korban ke area yang lebih aman.

Kondisi medan pegunungan yang terjal serta cuaca yang tidak bersahabat membuat proses penyelamatan berlangsung cukup sulit. Tim SAR gabungan sebenarnya telah menyiapkan evakuasi udara menggunakan helikopter. Namun kabut tebal yang menyelimuti kawasan Gunung Rinjani menyebabkan jarak pandang sangat terbatas.

Baca Juga: Viral Kisah Pendaki yang Kontennya Ingin Dipakai Publikasi oleh UKP Pariwisata: Terbangin Drone Aja Rp2 Juta Per Hari

Akibat kondisi tersebut, proses penerbangan dinilai berisiko tinggi dan harus ditunda demi keselamatan seluruh tim penyelamat maupun korban.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan keputusan penundaan evakuasi udara dilakukan berdasarkan pertimbangan keselamatan penerbangan.

“Karena kendala cuaca berupa kabut tebal, evakuasi udara kami tunda dan baru dilanjutkan kembali saat jarak pandang dinyatakan aman,” ujar Hariyadi, Selasa 26 Mei 2026.

Baca Juga: Dramatis! Detik-detik Pendaki Asal Jember Dievakuasi dari Jalur Curam Gunung Rante Banyuwangi

Selama menunggu kondisi cuaca membaik, korban tetap berada di lokasi dengan pengawasan intensif dari tim medis dan personel SAR gabungan. Rekomendasi dari tenaga medis di Nusa Medica Clinic juga menyarankan agar korban tidak dipindahkan secara paksa demi menjaga kondisi tulang belakangnya tetap stabil.

Tim penyelamat kemudian mendirikan pengamanan di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi korban tetap aman hingga proses evakuasi dapat dilakukan.

Cuaca di kawasan Gunung Rinjani mulai membaik pada Selasa pagi (26/5/2026). Kesempatan itu langsung dimanfaatkan oleh tim SAR untuk melanjutkan operasi penyelamatan menggunakan helikopter milik PT SGi Air Bali.

Baca Juga: Detik-Detik Tim SAR Evakuasi Pendaki yang Sempat Hilang di Jalur Kawah Ijen, Muhammad Dzikri Maulana Ditemukan Selamat, Begini Kondisinya

Helikopter dilaporkan lepas landas dari Lapangan Sembalun sekitar pukul 08.05 WITA menuju Pelawangan 2 Sembalun. Setelah proses persiapan dan pemindahan korban selesai dilakukan, Chye Connsyinn diterbangkan menuju Bali pada pukul 08.17 WITA.

Perjalanan udara berlangsung lancar hingga helikopter mendarat di helipad Benoa, Bali sekitar pukul 09.05 WITA. Dari lokasi tersebut, korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Inmedika Sanur untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan akibat cedera tulang belakang yang dialaminya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X