Meta memastikan bahwa followers yang aktif dan riil tidak akan terpengaruh sama sekali. Sementara itu, akun yang terdeteksi sebagai spam, bot atau pengguna yang sudah tidak lagi menggunakan akunnya dalam jangka waktu lama akan otomatid dihapuskan.
Kesimpulannya, jika followers pengguna Instagram berkurang, artinya akun-akun tersebut sebelumnya diikuti oleh akun lain yang terdeteksi sebagai bot atau akun tidak aktif oleh sistem keamanan Instagram.
Dengan demikian, pengguna tidak perlu panik karena ini adalah bagian dari pembersihan rutin untuk meningkatkan kualitas engagement (keterlibatan) yang lebih berkualitas di masa mendatang.
Mendengar penjelasan ini, muncul isttilah "the great purge of 2026" yang artinya Instagram telah melakukan pembersihan besar-besaran selama tahun 2026.
Pembersihan ini juga lumayan banyak dikeluhkan para pengguna medsos karena bisa menurunkan engagement, berpengaruh pada jangkauan konten hingga berpotensi menurunkan monetisasi karena algoritma akan mengurangi visibiltas postingan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Woro-Woro! Komdigi Minta Masyarakat Cepat Beralih dari SIM Fisik ke eSIM, Ini Keunggulannya
Apa itu Worldcoin? Layanan Digital yang Banyak Dibicarakan hingga Izinnya Dibekukan Komdigi
Menteri Komdigi Minta Platform Asing Dukung Industri Lokal agar Konten Digital Tak Sepenuhnya Bergantung pada Luar Negeri
Viral! Komdigi RI Diduga Minta Takedown Postingan Kritik soal Pernyataan Fadli Zon tentang 1998, Netizen Pertanyakan Etika Pemerintah
Komdigi Bakal Panggil TikTok dan Meta soal Konten Pemicu Demo DPR, Sosok ini Sindir: Beresin Dulu Judol yang Merajalela!
Komdigi Gercep Blokir Aplikasi Grok AI untuk Cegah Risiko Penyebaran Konten Asusila, Warganet Ramai Ungkit Kasus Judol: Bagaimana Perkembangannya?