Netizen juga menyayangkan perubahan nama yang menanggalkan kata ‘Argo’ sebagai identitas kereta dengan kelas tertinggi dalam pelayanan kereta penumpang KAI.
Sebagian juga mengkhawatirkan, menghilangkan kata ‘Argo’ dalam nama baru KA Argo Bromo Anggrek berdampak pada layanan kereta.
“Pengaruh nggak min predikat argonya hilang? Kayak parahyangan jadi banyak pemberhentian?” tanya akun @ri*********.
“Yah, sekarang udah kehilangan gelar argo,” komentar pemilik akun @di********.
KAI pun merespons, penggantian nama KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek tidak mengubah kualitas pelayanan.
“Tenang aja, cuma namanya aja kok yang berubah, kualitas layanan tetap menjadi prioritas utama ya,” balas akun @kai121_
Nama Argo Sebagai Identitas Kelas Tertinggi dalam Layanan Kereta Penumpang KAI
Dikutip dari laman PT Industri Kereta Api (INKA), Kelas Argo adalah kelas tertinggi di antara layanan kereta api penumpang yang dioperasikan PT KAI.
Kereta kelas Argo lahir sebagai salah satu inovasi pelayanan pada kereta api penumpang.
Selain menggunakan rangkaian kereta khusus, kelas Argo juga dilengkap dengan fasilitas yang berbeda dari kelas lainnya.
Termasuk kecepatan kereta dalam menempuh perjalanan.
KA Argo Bromo Anggrek misalnya, menjadi salah satu kereta dengan durasi perjalanan tercepat di Indonesia.
Kereta yang melayani relasi Jakarta-Surabaya ini hanya membutuhkan waktu 7 jam untuk menempuh jarak 720 kilometer.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Ramai Disorot, Pengadaan Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Mencapai Rp700 Ribu per Pasang, Pihak Brand Berikan Klarifikasi, Begini Faktanya
Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp27,5 Miliar, Dugaan Mark Up hingga Empat Kali Lipat Mencuat
Konten Kreator Ini Sentil Tim Utusan Khusus Presiden bidang Pariwisata yang Izin Pakai Videonya: Negara Tentu Punya Anggaran
Viral Dugaan Mark Up Sepatu Sekolah Rakyat, Owner Brand Sepatu Stradenine Bantah Terlibat Program Sepatu Sekolah Rakyat
Dugaan Pelecehan di Ponpes Pati, Kuasa Hukum Korban Ngaku Ditawari Uang Damai hingga Rp400 Juta