Jumat, 19 Juni 2026

Ramai Disorot, Pengadaan Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Mencapai Rp700 Ribu per Pasang, Pihak Brand Berikan Klarifikasi, Begini Faktanya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 5 Mei 2026 | 12:30 WIB
Potret Kemensos Saifullah Yusuf dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam seremonial pembukaan sekolah rakyat yang jadi sorotan karena anggaran sepatu mencapai 27 M (Instagram/gusipul_id/stradenine)
Potret Kemensos Saifullah Yusuf dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam seremonial pembukaan sekolah rakyat yang jadi sorotan karena anggaran sepatu mencapai 27 M (Instagram/gusipul_id/stradenine)

SketsaNusantara.id - Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah belakangan ini ramai jadi sorotan. Salah satu yang menuai kontroversi adalah pengadaan anggaran sepatu untuk siswa yang mencapai Rp700 ribu per pasang.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Kementerian Sosial (Kemensos) diketahui mengalokasikan dana hingga sekitar Rp27 miliar untuk kebutuhan tersebut pada tahun 2026. Angka ini pun memicu pertanyaan publik, terutama terkait rincian harga per item yang dinilai cukup tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa seluruh anggaran dalam program Sekolah Rakyat difokuskan untuk kebutuhan siswa.

Lebih lanjut, Gus Ipul mengatakan bahwa anggaran tidak hanya untuk membeli sepatu, tetapi juga untuk memenuhi seluruh kebutuhan siswa.

Baca Juga: Dimulai Hari yang Sama, Inilah 7 Perbedaan Sekolah Rakyat dengan Sekolah Umum: Mulai dari Fasilitas hingga Kurikulum Pembelajaran Berbeda?

"Pada dasarnya penganggaran kita semua untuk siswa. Semua untuk siswa," ujarnya di Kantor Kemenko Bindang Pemberdayaan Masyarakat RI, Jakarta Pusat, pada hari Rabu, 29 April 2026.

"Intinya, penganggaran di Sekolah Rakyat itu semua adalah untuk kebutuhan siswa, di samping untuk kebutuhan operasional, termasuk untuk seragam, sepatu, sampai makan dan minumdan lain sebagainya," jelasnya.

Di tengah polemik yang berkembang, nama brand sepatu lokal Stradenine turut terseret dalam perbincangan publik. Hal ini bermula dari beredarnya foto yang menampilkan sepatu merek tersebut dalam sebuah kegiatan terkait Sekolah Rakyat.

Banyak warganet kemudian mengaitkan brand tersebut dengan proyek pemerintah dalam pengadaan sepatu bernilai miliaran rupiah.

Baca Juga: Kebut Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Cerdaskan Peserta Didik dan Berdayakan Wali Muridnya

Menanggapi hal tersebut, pihak Stradenine langsung memberikan klarifikasi. Melalui akun Instagram resminya, brand sepatu berbasis di Surabaya itu menyatakan bahwa produk yang beredar dalam pemberitaan memang merupakan salah satu produk mereka.

Namun, harga sepatu tak mencapai Rp700 ribu seperti yang diberitakan di media sosial. Selain itu, Straidenine membantah keras keterlibatan dalam proyek pengadaan tersebut.

"Kami perlu meluruskan bahwa Stradenine tidak pernah terlibat, mengetahui, atau menerima pesanan secara langsung dalam pengadaan sepatu seperti yang sedang ramai diberitakan," ungkap pihak brand dalam pernyataan tertulis, dikutip SketsaNusantara.id pada hari Selasa, 5 Mei 2026.

"Foto yang beredar memang salah satu artikel kami, namun produk tersebut dibanderol dengan harga Rp179.900," terangnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X