Situasi sempat memanas ketika perwakilan yayasan menemui massa. Ketua yayasan diminta memberikan penjelasan langsung di hadapan warga. Ia menyatakan bahwa terduga pelaku telah dinonaktifkan dari posisinya.
Selain itu, pihak yayasan berencana memulangkan santriwati ke rumah masing-masing. Pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredakan ketegangan di lokasi. Massa tetap mendesak penanganan hukum secara tegas.
Aksi tersebut diikuti oleh sejumlah elemen masyarakat. Di antaranya Aliansi Masyarakat Pati untuk Demokrasi serta Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pati. Mereka menyuarakan tuntutan agar korban mendapatkan perlindungan.
Selain itu, massa juga meminta proses hukum berjalan transparan. Desakan tersebut disampaikan dalam orasi di lokasi aksi. Mereka menilai kasus ini harus ditangani secara serius oleh aparat.
Aksi sempat diwarnai pelemparan benda ke arah perwakilan yayasan. Namun situasi berhasil dikendalikan oleh aparat keamanan. Setelah kondisi mereda, massa membubarkan diri secara bertahap.
Sebelum meninggalkan lokasi, massa memasang sejumlah poster di area pesantren. Poster tersebut berisi berbagai pesan terkait penolakan kekerasan seksual. Kasus ini kini masih dalam proses penanganan hukum oleh pihak berwenang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Status Tanggap Darurat Bencana di Pati Diperpanjang hingga Februari 2026, Puluhan Desa Masih Terdampak Banjir dan Longsor
15 Hari Sawah di Pati Terendam Banjir, 150 Hektare Lahan Pertanian Terancam Gagal Panen
Safari Ramadhan 2026, Sedulur Pati Nusantara Bagikan 500 Santunan Anak Yatim di Jawa Timur
Geger di Pati, Rumah Suami Istri Dirobohkan saat Proses Cerai
Video Truk Sound Horeg Nyaris Terguling di Pati, Mundur di Tanjakan hingga Tabrak Motor dan Kru Terjun