Meski demikian, suasana pertemuan antara Rocky dan Prabowo dalam acara resmi tersebut terlihat akrab.
Candaan mengenai "disiden" justru menunjukkan adanya ruang dialog yang terbuka, meskipun berbeda pandangan.
"Pak Prabowo dulu kan teman diskusi saya. Emang saya disiden, tapi kalau dilihat wajahnya saat ngomong begitu sambil bercanda," kata Rocky.
Fenomena ini sekaligus menjadi gambaran menarik dalam dinamika politik Indonesia. Perbedaan pendapat tidak selalu berujung konflik, tetapi bisa hadir dalam suasana yang lebih santai.
Tak hanya itu, Rocky Gerung juga terlihat berbincang akrab dengan Seskab Teddy Indra Wijaya.
Lebih lanjut, Rocky Gerung menyatakan kedatangannya sebagai wakil masyarakat sipil menghadiri undangan ke Istana Negara Jakarta sekaligus mengantarkan Jumhur Hidayat.
Pelantikan Jumhur juga mencuri perhatian publik, mengingat sosoknya yang dikenal sebagai aktivis yang vokal menyuarakan hak-hak masyarakat. Kini, ia bergabung dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
"Ya, Saya (datang) sebagai wakil masyarakat sipil diundang untuk menyaksikan sekaligus penanda bahwa kabinet itu juga jadi efektif kalau ada tokoh-tokoh mantan napi," ujarnya.
"Jumhur Hidayat itu kan mantan narapidana, tapi dia seorang intelektual. Dia belajar perburuhan, ekonomi, lingkungan dari ITB, karena saya kenal maka saya dampingi dan itu alasan saya di sini," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Prabowo Hobi Baca Buku, Rocky Gerung Bandingkan dengan Jokowi yang Fokus Kerja Fisik Tanpa Gagasan
Rocky Gerung Sebut Ada Perbedaan Intelektualitas, Jokowi Dibandingkan dengan Prabowo, SBY, Bung Karno, dan Bung Hatta
Rocky Gerung Sindir Gibran Jalan di Belakang Megawati saat Hari Lahir Pancasila, Tanda Ketegangan Politik Jokowi dan PDIP?
Kejutan di Istana, Rocky Gerung Hadiri Pelantikan Kabinet Merah Putih, Netizen: Gawat Bung Rocky Mulai 'DiLakban'
Ramai Disorot, Rocky Gerung Datang ke Istana Negara saat Reshuffle Kabinet dan Berbincang dengan Presiden hingga Seskab Teddy, Ngomongin Apa?