Rabu, 17 Juni 2026

Pelajar dan Santri Jadi Target PMI Jember, Donor Darah di Sekolah Hasilkan Puluhan Kantong dari Seleksi Ketat

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 28 April 2026 | 14:35 WIB
PMI Jember jaring pendonor pemula. Pelajar, Santri dan Komunitas Anak Muda jadi prioritas. (Dok. PMI Jember)
PMI Jember jaring pendonor pemula. Pelajar, Santri dan Komunitas Anak Muda jadi prioritas. (Dok. PMI Jember)

SketsaNusantara.id - Kebutuhan darah yang terus meningkat mendorong upaya serius regenerasi pendonor. Palang Merah Indonesia (PMI) kini mulai menyasar kelompok usia muda sebagai langkah strategis menjaga ketersediaan stok darah.

Tidak hanya pelajar, sasaran juga meluas ke santri dan komunitas anak muda. Mereka dinilai memiliki potensi besar sebagai pendonor pemula, terutama yang telah memenuhi batas usia minimal 17 tahun.

Langkah ini juga terlihat di Kabupaten Jember. PMI setempat aktif menjaring pendonor dari lingkungan sekolah, salah satunya melalui kegiatan donor darah di SMAN Pakusari pada Selasa pagi 28 April 2026.

Baca Juga: Turut Serta dalam Pencarian Warga Silo yang Hanyut di DAM Mayang, PMI Jember Siagakan Ambulans

Kegiatan tersebut melibatkan siswa, guru, hingga staf tata usaha. Aksi ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai kemanusiaan sejak dini di lingkungan pendidikan.

"Kegiatan donor darah ini merupakan bentuk kepedulian kami menanamkan jiwa kemanusiaan kepada para siswa bahwa setetes darah yang kita berikan sangat berarti bagi nyawa orang lain," ujar Sandi Suwandi, Kepala SMAN Pakusari.

Kegiatan donor darah di sekolah ini tidak hanya bersifat simbolis. Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan tersebut juga berkontribusi langsung terhadap ketersediaan stok darah di PMI Kabupaten Jember.

Baca Juga: Operasi SAR Sungai Garahan Jember: PMI, Basarnas, dan Relawan Gabungan Fokus Cari Korban Hilang

Meski antusiasme peserta cukup tinggi, tidak semua pendaftar dapat mendonorkan darahnya. Tim medis PMI melakukan pemeriksaan kesehatan secara ketat sebelum menentukan kelayakan pendonor.

Dari total 40 pendaftar, hanya 22 kantong darah yang berhasil dihimpun. Hal ini menunjukkan bahwa proses donor darah tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus memenuhi standar kesehatan tertentu.

PMI menegaskan bahwa kualitas darah yang diterima harus tetap terjaga. Selain memastikan keamanan bagi penerima, hal ini juga penting untuk melindungi kesehatan pendonor itu sendiri.

“PMI memiliki kewajiban memastikan ketersediaan stok darah dan menjaga kualitas stok darah untuk masyarakat. Karenanya, PMI juga melakukan sosialisasi donor darah pada pendonor pemula agar kita bersama sama menjaga ketersediaan darah di kabupaten ini,” kata Zainollah, S.Pd, Ketua PMI Kabupaten Jember.

Sebelumnya, PMI Kabupaten Jember juga telah melakukan berbagai sosialisasi terkait donor darah. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda.

Melalui sosialisasi tersebut, PMI memberikan pemahaman mengenai manfaat donor darah bagi kesehatan. Selain itu, dijelaskan pula syarat dan prosedur yang harus dipenuhi oleh calon pendonor.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X