Minggu, 19 Juli 2026

Tambah Daftar Korban, Praka Rico Pramudia Jadi Prajurit Keempat TNI Gugur di Lebanon dalam Sebulan

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 25 April 2026 | 06:30 WIB
Profil dan kronologi Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon (Instagram.com/@ricopramudia.yp)
Profil dan kronologi Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon (Instagram.com/@ricopramudia.yp)

SketsaNusantara.id - Duka kembali menyelimuti Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia. Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia (31) dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat luka parah yang dideritanya saat bertugas di Lebanon.

Praka Rico Pramudia mengembuskan napas terakhir pada Jumat, 24 April 2026, di Rumah Sakit Saint George, Beirut. Ia merupakan bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Kabar wafatnya Rico menambah daftar panjang prajurit TNI yang gugur dalam menjalankan tugas internasional. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, ia menjadi personel keempat yang meninggal dunia dalam misi tersebut.

Baca Juga: Bukan Kebobolan, Wakil Rektor 1 UNESA Ungkap Kronologi hingga Terungkapnya Joki UTBK

Insiden yang menyebabkan luka fatal pada Rico terjadi pada malam 29 Maret 2026. Saat itu, ia berada di markas pasukan penjaga perdamaian di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan. Tiba-tiba, sebuah proyektil artileri yang diduga berasal dari tank Israel menghantam area tersebut.

Ledakan hebat tidak dapat dihindari dan menyebabkan sejumlah personel mengalami luka, termasuk Rico. Ia mengalami cedera serius yang langsung membutuhkan penanganan medis darurat.

Pasca kejadian, Rico segera dievakuasi menggunakan helikopter menuju fasilitas medis terdekat. Ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Saint George di Beirut untuk mendapatkan perawatan intensif.

Baca Juga: Dukung Kelestarian Lingkungan, Cinema XXI Izinkan Penonton Bawa Tumbler ke dalam Bioskop, Ini Syaratnya

Selama hampir satu bulan, Rico berjuang melawan luka yang dideritanya. Dalam proses perawatan, ia sempat berada dalam kondisi koma dan mendapatkan penanganan intensif dari tim medis. Namun, kondisinya tidak kunjung membaik hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kepergian Rico menjadi pukulan berat, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi institusi TNI dan bangsa Indonesia. Dedikasi dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia menjadi catatan penting dalam sejarah kontribusi Indonesia di kancah internasional.

Rico menyusul tiga prajurit TNI lainnya yang lebih dahulu gugur dalam misi yang sama, yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan. Keempatnya menjadi simbol pengorbanan nyata dalam menjaga stabilitas di wilayah konflik.

Baca Juga: Viral WNA Asal Jerman Jadi Korban Penjambretan di Jakarta Pusat, Pelaku Akhirnya Berhasil Ditangkap Polisi hingga Dijerat Hukuman Penjara 7 Tahun

Misi UNIFIL sendiri merupakan salah satu operasi penjaga perdamaian PBB yang bertujuan menjaga keamanan dan stabilitas di Lebanon Selatan, wilayah yang kerap menjadi titik panas konflik antara berbagai pihak.

Keterlibatan Indonesia dalam misi ini telah berlangsung lama dan menjadi bagian dari komitmen negara dalam mendukung perdamaian dunia. Kontingen Garuda dikenal sebagai salah satu pasukan yang aktif dan berperan penting dalam berbagai operasi kemanusiaan serta stabilisasi konflik.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X