Peristiwa itu rupanya terjadi saat pelaku dan korban sama-sama menghadiri pengajian beberapa waktu lalu.
Selain 10 pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah senjata tajam yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban.
Hal itu langsung dikonfirmasi oleh Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar. Kapolres Lumajang menejelaskan bahwa peristiwa terjadi di kecamatan Ranuyoso, Lumajang.
Dimana pada saat itu kepala desa memperhatikan dan diamati oleh beberapa jamaah mengeluarkan suara dengan intonasi yang agak keras yang menyentuh perasaan beberapa orang.
“Beberapa orang tersebut kemudian mendatangi pak kepala desa untuk dimintai keterangan, berawal dari baik tapi kemudian menimbulkan rasa tidak nyaman dari para pelaku dari sikap pak kepala desa hingga terjadi pengeroyokan,” ungkapnya.
Akibat dari penganiyaan yang terekam CCTV tersebut, Sampurno mengalami luka di bagian punggung akibat sabetan senjata tajam.
Kini kedudukan orang tersebut sedang diperiksa oleh pihak berwajib untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Geger Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UNEJ, Terungkap Kebiasaan Pelaku Simpan Foto Tak Senonoh, Korbannya Lebih dari 1?
Resmi Dibuka! Rekrutmen Nasional Manajer Kopdes Merah Putih dan Pegawai Kampung Nelayan untuk Semua Jurusan, Ini Syarat dan Tata Cara Pendaftarannya
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember Terungkap, Berawal dari Galeri Tersembunyi
Universitas Padjajaran Resmi Nonaktif Guru Besar yang Diduga Pelaku Kekerasan Seksual
3 Fakta Insiden Helikopter PK CFX Jatuh di Hutan Sekadau, Kalimatan Barat, Kronologi, Penyebab hingga Jumlah Korban