SketsaNusantara.id - SMKN 3 Bondowoso kembali menginspirasi dengan menunjukkan dunia inovasi teknologi tepat guna. Sekolah dengan tagline Gate Of Future Technology tersebut berhasil menjawab tantangan program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) yang diinisiasi Gubernur Jawa Timur.
Siswa jurusan Teknik Elektronika Industri (TEI) melalui Uji Kompetensi Keahlian (UKK) berhasil menciptakan produk unggulan bertajuk "SiRomantis" (Siram Taman Otomatis).
Kepala Kompetensi Keahlian (Kakonsli) TEI SMKN 3 Bondowoso Ida Zulia Istikhomah menyampaikan, SiRomantis lahir dari semangat untuk mengintegrasikan teknologi digital dengan sektor pertanian dan penghijauan sekolah.
"Produk SiRomantis ini adalah bukti. Siswa kami telah mampu integrasikan sistem kendali otomatis berbasis mikroprosesor dengan teknologi sensor yang presisi,” ujar Ida Zulia mendampingi peserta didiknya, Selasa 14 April 2026.
Terkait penilaian UKK, Ida Zulia menegaskan ada poin-poin utama mengenai produk inovatif tersebut.
"Keunggulan utamanya meliputi sensor kelembapan tanah, efisiensi tenaga kerja, dan implementasi internet of things (IoT) yang dapat dipantau melalui smartphone dan memungkinkan kontrol jarak jauh yang efektif," jelasnya.
Sementara, Kepala SMKN 3 Bondowoso Daris Wibisono Setiawan menyampaikan, proyek UKK tahun ini diarahkan untuk mendukung inovasi spektakuler Gubernur Jawa Timur. Terutama dalam memperkuat ketahanan pangan mulai dari lingkungan pendidikan.
"SiRomantis ini bukti nyata jurusan TEI mampu memberikan solusi nyata bagi ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan," tandas Daris.
Salah satu peserta UKK dari jurusan TEI, Tegar Panji Maulana secara menjelaskan secara singkat cara kerja SiRomantis.
Dia mengatakan, sistem dimulai dengan sensor kelembapan tanah yang ditanam di area perakaran tanaman. Berikutnya, lanjut Tegar, sensor bekerja secara real-time untuk mengukur kadar air dalam tanah.
Jika kadar air pada keadaan kering, papar dia, maka mikro-kontroler akan mengirim perintah ke saklar elektronik untuk mengalirkan listrik. Dari kondisi itu, sambungnya, terjadi penyiraman otomatis. Sebaliknya, Tegar melanjutkan, jika sensor mengirim sinyal kondisi tanah basah, mikro-kontroler akan memutus aliran listrik.
Artikel Terkait
Gubernur Jatim Terapkan WFH Tiap Rabu Mulai April 2026, Khofifah Klaim Jadi Solusi Efisiensi BBM
Buktikan Lulusannya Tidak Hanya Siap Kerja dan Wirausaha, 20 Siswa SMKN 3 Bondowoso Diterima PTN Tanpa Tes
Penolakan MBG oleh SMAN 1 Ciemas Jadi Sorotan, Guru Disebut Terbebani hingga Dituding Ambil Jatah Siswa