Sabtu, 4 Juli 2026

Kisah Nyata Siswa SD di Pelosok Sulawesi Tengah, Lari dan Seberangi Sungai Demi Pulang Sekolah dengan Selamat

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 14 April 2026 | 20:30 WIB
Siswa SD di wilayah pelosok Sulawesi Tengah menyeberangi sungai sebelum meluap saat pulang sekolah.  (Instagram/najib_nadir)
Siswa SD di wilayah pelosok Sulawesi Tengah menyeberangi sungai sebelum meluap saat pulang sekolah. (Instagram/najib_nadir)

SketsaNusantara.id - Sebuah video yang memperlihatkan perjuangan siswa sekolah dasar di daerah terpencil kembali menjadi perhatian publik. Rekaman tersebut menunjukkan aktivitas pulang sekolah yang tidak biasa saat hujan turun deras.

Video yang diunggah melalui akun Instagram @najib_nadir memperlihatkan siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Mereka terlihat bergegas pulang sebelum kondisi sungai berubah berbahaya.

Situasi tersebut bukan tanpa alasan. Sungai yang menjadi akses utama menuju sekolah berpotensi meluap ketika hujan turun. Kondisi ini membuat siswa harus berpacu dengan waktu agar bisa menyeberang dengan aman.

Baca Juga: Video Siswa SD Terpencil Berebut Alat Tulis Viral, Guru Bagikan Buku dan Pulpen untuk Sekolah

Dalam video tersebut, para siswa tampak berlari di jalan kecil yang berada di tengah kebun. Mereka bergerak cepat menuju sungai yang harus dilalui untuk kembali ke rumah masing-masing.

“Mereka anak-anak hebat. Pak guru jadi saksi kalau mereka anak-anak hebat,” tulis pengunggah dalam video tersebut.

Setibanya di tepi sungai, para siswa kemudian turun untuk menyeberang. Air sungai yang mengalir deras membuat mereka harus berhati-hati dalam setiap langkah.

Baca Juga: Ratusan Siswa SD di Bantaeng Menunggu Program Makan Bergizi Gratis Hingga Sore, Menu Istimewa Tak Kunjung Dibagikan

Guru yang merekam video tersebut terdengar memberikan arahan kepada siswa. Ia mengingatkan mereka untuk segera menyeberang sebelum air sungai semakin tinggi akibat hujan.

Para siswa terlihat saling bergandengan saat berada di dalam sungai. Cara ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan agar tidak terbawa arus.

Kondisi hujan membuat pakaian guru dan siswa basah kuyup. Selain karena guyuran hujan, mereka juga harus melewati sungai yang menjadi jalur utama.

Video tersebut telah ditonton lebih dari 11 juta kali di media sosial. Jumlah penayangan terus meningkat sejak pertama kali diunggah.

Melalui kolom komentar, pengunggah juga memberikan informasi terbaru terkait akses menuju sekolah. Ia menyampaikan bahwa pembangunan jembatan di lokasi tersebut sudah dimulai.

“Alhamdulillah jembatan untuk siswa kami sudah dibangun,” tulisnya dalam unggahan lain.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X