Minggu, 19 Juli 2026

Ratusan Siswa SD di Bantaeng Menunggu Program Makan Bergizi Gratis Hingga Sore, Menu Istimewa Tak Kunjung Dibagikan

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 14 Maret 2026 | 12:00 WIB
Ratusan siswa SD Inpres Parang di Kabupaten Bantaeng menunggu pembagian program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga sore hari. (X/neVerAl0nely___)
Ratusan siswa SD Inpres Parang di Kabupaten Bantaeng menunggu pembagian program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga sore hari. (X/neVerAl0nely___)

SketsaNusantara.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi para pelajar.

Program ini diharapkan mampu membantu anak-anak sekolah mendapatkan makanan bergizi secara rutin guna mendukung tumbuh kembang serta konsentrasi belajar mereka.

Namun dalam pelaksanaannya, tidak semua berjalan sesuai harapan. Salah satu peristiwa yang menjadi sorotan terjadi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
 
Baca Juga: Viral Penolakan Menu Makan Bergizi Gratis di TK Trenggalek, Wali Murid Kembalikan Paket MBG dari SPPG Tasikmadu

Ratusan siswa sekolah dasar dilaporkan menunggu pembagian makanan dari program tersebut hingga menjelang sore hari, namun makanan yang dinantikan tak kunjung dibagikan.

Informasi mengenai kejadian ini beredar melalui media sosial dan menjadi perhatian publik.

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun X @neVerAl0nely___, disebutkan bahwa ratusan siswa dari sebuah sekolah dasar menunggu pembagian makanan sejak siang hari.
 
Baca Juga: Viral Pengakuan Mantan Akuntan SPPG yang Bongkar Kecurangan Mark Up Anggaran MBG, Ternyata Begini Skenarionya

Disebutkan bahwa ratusan siswa sekolah dasar (SD Inpres Parang) Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, terpaksa menunggu hingga sore hari untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat, 13 Maret 2026.

Situasi tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan siswa yang sejak awal telah menantikan program makan tersebut.

Informasi yang beredar juga menyebutkan bahwa menu yang seharusnya dibagikan pada hari itu tergolong menu spesial dalam program tersebut.
 
Baca Juga: Viral Menu MBG di SMA Negeri 2 Pamekasan Berisi Lele Mentah Hingga Klaim Masih Hidup, Sekolah Tolak Paket Makanan

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa informasi yang beredar menyebutkan bahwa menu MBG hari ini merupakan menu istimewa.

Karena itu, banyak siswa yang semakin antusias menunggu pembagian makanan tersebut.

Biasanya, makanan dari program MBG dibagikan kepada siswa pada waktu tertentu yang telah dijadwalkan.

Namun pada hari kejadian, distribusi makanan dilaporkan mengalami keterlambatan yang cukup lama.

Keterlambatan distribusi makanan membuat para siswa tetap berada di sekolah sambil menunggu kedatangan makanan tersebut.

Kondisi ini membuat para siswa harus menunggu lebih lama dari biasanya.

Tidak hanya para siswa, sejumlah orang tua juga terlihat berada di area sekolah untuk mendampingi anak-anak mereka.

Dalam informasi yang beredar disebutkan bahwa akibatnya, ratusan siswa tetap berada di sekolah sambil menunggu kedatangan makanan tersebut.

Selain itu, sejumlah guru serta orang tua murid juga terlihat mendampingi para siswa yang menanti pembagian MBG.

Kehadiran para orang tua dan guru menunjukkan perhatian terhadap kondisi para siswa yang menunggu cukup lama.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, khususnya pelajar sekolah.

Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan serta kemampuan belajar siswa.

Dengan adanya program ini, anak-anak diharapkan mendapatkan akses terhadap makanan yang bergizi dan seimbang secara rutin.

Namun peristiwa keterlambatan distribusi seperti yang terjadi di Bantaeng menunjukkan bahwa pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.

Distribusi makanan yang tepat waktu menjadi faktor penting agar tujuan program dapat tercapai secara optimal.***
 
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X