Minggu, 19 Juli 2026

Bupati Jember Gus Fawait Buka Peluang Perawat Jadi Kepala Puskesmas

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 11 April 2026 | 18:02 WIB
Bupati Jember Gus Fawait saat memberikan paparan. (Dok Diskominfo Jember)
Bupati Jember Gus Fawait saat memberikan paparan. (Dok Diskominfo Jember)

SketsaNusantara.id – Momentum peringatan HUT ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sekaligus acara Halalbihalal di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu 11 April 2026, menjadi tonggak sejarah baru bagi tenaga kesehatan di Jember.

Bupati Jember, Gus Fawait, secara terbuka menyatakan komitmennya untuk menghapus sekat antarprofesi medis demi meningkatkan kualitas layanan publik.

Ia menekankan pentingnya sinergi kolektif antara dokter spesialis, dokter umum, bidan, hingga perawat agar ekosistem kerja yang solid tanpa adanya pengotak-ngotakan profesi.

Baca Juga: Kebut Proyek Street Food di Jalan Kartini, Pemkab Jember Tetap Kedepankan Toleransi

"Pemkab Jember ingin merangkul semua elemen nakes, mulai dokter spesialis, dokter umum, bidan, hingga perawat. Kita ingin kerja kompak agar kesehatan di Jember jauh lebih baik ke depannya," ujar Gus Fawait.

Satu terobosan yang mencuri perhatian adalah kebijakan Bupati yang kini mengizinkan perawat menduduki jabatan struktural strategis.

Untuk pertama kalinya, posisi Kepala Puskesmas di Jember tidak lagi dipatok pada profesi tertentu saja, melainkan berbasis pada kompetensi dan prestasi kerja.

Baca Juga: Kendalikan Inflasi Pasca Lebaran, Pemkab Jember Salurkan Bantuan Pangan hingga Lakukan Mitigasi Bencana Ekstrem

"Baru kali pertama dalam sejarah Jember, ada perawat yang diberi kesempatan menjadi Kepala Puskesmas. Ini adalah era Jember Baru Jember Maju. Kita berikan kesempatan seluas-luasnya untuk berkarir, asalkan kinerjanya bagus," tegas Bupati.

Selain urusan internal birokrasi, Gus Fawait mengajak PPNI untuk mengawal keberhasilan program-program strategis pemerintah daerah.

Fokus utama saat ini meliputi Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, Program Penerjunan 1200 Nakes, dan Peluncuran layanan Homecare.

Baca Juga: Genjot PAD 2026 dari Retribusi PKL, Pemkab Jember: Masih Opsi dan Perlu Kajian Matang

Bupati muda ini juga memaparkan ambisinya untuk mentransformasi Jember menjadi pusat wisata medis, berkaca pada keberhasilan negara-negara maju dalam mengelola sektor kesehatan sebagai daya tarik global.

Gus Fawait juga berharap, Jember tidak hanya tersohor karena sektor pariwisatanya, tetapi juga karena keunggulan fasilitas medisnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X