SketsaNusantara.id – Kasus bayi yang sempat diberikan kepada orang lain oleh suster senior oleh Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akhirnya menemukan titik terang.
Setelah sempat viral dan memicu kemarahan publik, kasus ini dinyatakan selesai secara kekeluargaan melalui jalur perdamaian.
Meskipun kesepakatan damai telah diambil, sorotan tajam warganet terhadap manajemen rumah sakit terbesar di Jawa Barat tersebut belum sepenuhnya mereda.
Baca Juga: Kebut Proyek Street Food di Jalan Kartini, Pemkab Jember Tetap Kedepankan Toleransi
Setelah melalui proses mediasi yang cukup panjang, kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan persoalan ini ke ranah hukum.
Pihak Nina, ibu bayi menerima permohonan maaf dari oknum suster yang diketahui telah bekerja selama 20 tahun tersebut, serta dari pihak manajemen RSHS.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) yang dilapori permasalahan tersebut juga akhirnya terlibat dalam masalah tersebut dikutip dari akun tiktok @balad_kdm3.
Saat berbicara dengan pihak RSHS, KDM mempertanyakan sangsi apa yang telah diberikan pihak rumah sakit terhadao suster tersebut.
Meski pada akhirnya kasus ini berakhir damai, publik di media sosial tetap memberikan reaksi beragam.
Banyak warganet yang menyayangkan mengapa kelalaian sefatal itu bisa terjadi di instansi medis ternama seperti RSHS.
"Kasus serius ini harus segera diselidiki mungkin banyak cerita yang belum di up," tulis @160***.
Artikel Terkait
Warganet Ramai Soroti unggahan Kedutaan Besar Iran di Indonesia, Misteri di Balik 'Kode Rahasia' Sandi Morse Terungkap, Ternyata Ini Maknanya
Cegah Banjir Kota, Bangunan Liar di Atas Saluran Irigasi di Jalan Trunojoyo Jember Dibongkar
Terima Rekomendasi LKPJ 2025, Bupati Gus Fawait Targetkan Akselerasi Pembangunan Jember
DPRD Jember Lantik Waka Anyar, Bupati Gus Fawait Minta Perkuat Sinergi Legislatif dan Eksekutif
Dukung Stok Darah, Anggota DPRD Jember Agung Budiman Donor Darah Usai Sidang Paripurna: Sedekah yang Luar Biasa