“Haji itu pasti antre. Tidak ada yang bisa langsung berangkat tanpa menunggu,” tambahnya.
Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam memilih layanan perjalanan haji. Kemenhaj menekankan pentingnya memastikan legalitas penyelenggara serta tidak mudah tergiur dengan janji keberangkatan cepat.
Sebagai langkah aman, calon jemaah disarankan untuk mendaftar melalui jalur resmi yang diawasi pemerintah. Selain menjamin kepastian hukum, jalur ini juga memberikan perlindungan bagi jemaah selama proses ibadah berlangsung.
Keputusan penghentian haji furoda tahun 2026 menjadi pengingat bahwa transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi adalah hal utama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah berharap masyarakat dapat lebih bijak dan tidak mudah terjebak dalam tawaran yang tidak jelas keabsahannya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kasus Korupsi Kuota Haji 2024: KPK Buka Peluang Tersangka Baru dari Pihak Swasta Setelah Penahanan Gus Yaqut
Pemerintah Siapkan Skenario Penundaan Haji 2026, MUI Ingatkan Pentingnya Optimisme dan Pelayanan Jamaah
Fuji Dikabarkan Segera Menikah, Haji Faisal Tanggapi Santai dan Beberkan Alasan
Kisah Haru Vidi Aldiano: Visa Haji Sudah Terbit Namun Berpulang Lebih Dulu, Keluarga Sepakat Untuk Lakukan Hal Ini...
Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung, Menhaj Pastikan Pelayanan Bersih dan Bebas Penyimpangan