Penyerahan SHU ini disambut baik oleh seluruh peserta yang hadir. Hal ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga keagamaan dan ekonomi dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Saat menyampaikan mauidhah hasanah, KH Muhammadu Ya'qub menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah spiritual dan ikhtiar ekonomi."
"Umat Islam harus mampu mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman," ujarnya.
Dia berharap ke depan BMTNU sebagai lembaga keuangan syariah memiliki peran penting dalam membantu masyarakat mengembangkan usaha secara halal dan berkelanjutan.
“Ekonomi yang kuat akan mendukung dakwah yang lebih luas. Kkita harus terus mengembangkan lembaga ekonomi seperti BMTNU agar mampu menjadi penopang kesejahteraan umat,” jelasnya.
Pengasuh Pesantren Urwatul Wutsqo Bulurejo ini juga mengingatkan pentingnya menjaga kejujuran. Tak hanya itu, lanjutnya, amanah dan profesionalitas dalam mengelola usaha juga sangat diperlukan..
"Jika tiga hal itu dapat dijaga, keberkahan dapat dirasakan oleh seluruh pihak," pungkasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi ringan terkait pemanfaatan SHU yang telah diterima oleh PRNU Bulurejo.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Prabowo Hadiri Harlah 1 Abad NU, di Hadapan Puluhan Ribu Nahdliyin, Prabowo Bertekad Turunkan Biaya Haji
Gelar Safari Ramadan, MWCNU di Jombang Santuni Yatim dan Lantik Pengurus NU
Muncul Kabar Adanya Pengembalian Dana Bantuan dari Fatayat NU, Ketua DPC PKB Ayub: Hanya Ada Miskomunikasi
Sederet Kontroversi Yaqut Cholil Qoumas: Eks Menag Pernah Klaim Kemenag sebagai Hadiah NU, Kini Jadi Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Kuota Haji
Gelar Halalbihalal, MWC NU Diwek Jombang Koordinasi dan Sinergikan Kepengurusan