Jika kendaraan besar masuk, risiko kecelakaan meningkat, jalan akan cepat rusak, dan debu yang dihasilkan akan mengganggu kesehatan.
Selain masalah kerusakan infrastruktur, warga juga menyoroti aspek keselamatan bagi pengguna jalan lainnya, khususnya anak sekolah dan pedagang ikan yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat Puger.
Warga menilai, kawasan Puger yang padat penduduk tidak seharusnya menjadi jalur lintasan kendaraan industri berat.
Massa menegaskan tidak akan membuka blokade jalan hingga ada keputusan pasti atau kesepakatan tertulis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember maupun pihak perusahaan terkait pembatalan atau pengalihan jalur operasional kendaraan besar tersebut.
Aparat kepolisian dari Polres Jember bersama unsur TNI nampak berjaga di lokasi untuk memastikan aksi berjalan kondusif dan mencoba melakukan negosiasi agar warga bersedia membuka sedikit akses jalan bagi kendaraan darurat seperti ambulans.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Bupati Jember Gus Fawait Konsisten Terapkan Strategi Efisiensi di Program Bunga Desaku Mumbulsari
PAD Jember Tumbuh 36 Persen, Gus Fawait: Jadi Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Tapal Kuda
Urai Kemacetan di Puger, Pemkab Jember Perpanjang Durasi Operasional Truk Tambang
Jember Ditarget Jadi Lumbung Pangan Nasional, Gus Fawait Fokuskan Anggaran pada Produktivitas Lahan
Program Bunga Desaku Bantu Pendonor Tepat Waktu, PMI Jember Hadirkan Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis
No Ribet dan No Antri! Cek Jadwal SIM Keliling Jember April 2026 di 5 Lokasi Strategis Ini