SketsaNusantara.id – Bupati Jember, Gus Fawait, menunjukkan komitmen nyata dalam menindaklanjuti instruksi penghematan energi dari pemerintah pusat.
Hal ini dibuktikannya saat memimpin program unggulan Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) yang berlangsung di Kecamatan Mumbulsari pada Senin hingga Selasa, 6 – 7 April 2026.
Penerapan efisiensi kali ini difokuskan pada optimalisasi operasional di lapangan.
Baca Juga: Senyum Sanima di Balik Roda Baru, Wujud Nyata Kepedulian Pemkab Jember
Gus Fawait mengatakan, langkah penghematan tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan program pelayanan yang telah berjalan.
Sebaliknya, pemerintah daerah harus cerdas dalam memangkas biaya operasional, khususnya terkait penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Perubahan mencolok terlihat pada mobilisasi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Jika biasanya setiap dinas menggunakan kendaraan operasional masing-masing, kali ini rombongan Bupati dan para kepala OPD memilih berangkat bersama-sama menggunakan satu unit mini bus.
Baca Juga: Cara Jitu Pemkab Jember Tingkatkan Pajak Asli Daerah Tanpa Membenani Rakyat dengan Kenaikan Tarif
"Kami sepenuhnya mematuhi arahan presiden mengenai efisiensi BBM. Langkah konkretnya adalah dengan berangkat dalam satu rombongan (mini bus). Tidak boleh lagi ada pejabat yang jalan sendiri-sendiri menggunakan mobil dinas masing-masing," tegas Gus Fawait.
Selain aspek transportasi, Bunga Desaku di Mumbulsari juga memperkenalkan konsep baru bertajuk Live Marathon.
"Skema ini dirancang agar masyarakat bisa memantau secara langsung proses birokrasi dan pelayanan publik yang dibawa langsung ke desa," imbuhnya.
Baca Juga: Pemkab Jember Percepat Pencairan Beasiswa 2026, Gus Fawait Undang Mahasiswa Berkumpul Sabtu Ini
Sejumlah layanan krusial yang tersedia di lokasi meliputi Administrasi Kependudukan, sosialisasi kesehatan, hingga penyelenggaraan pasar murah serta pembagian bantuan sembako untuk menekan laju inflasi dan kemiskinan ekstrem.
Gus Fawait menambahkan bahwa pemerataan fasilitas adalah prinsip utama kepemimpinannya. Dia memastikan masyarakat di pelosok desa mendapatkan kualitas layanan yang setara dengan warga perkotaan, mulai dari penyediaan tenda yang nyaman hingga fasilitas pendukung lainnya.
Menurut dia, efisiensi adalah tentang ketepatan penggunaan anggaran, bukan tentang mengurangi hak rakyat untuk mendapatkan pelayanan terbaik dari negara.***
Artikel Terkait
Pemkab Jember Siapkan Fasilitas Transportasi Gratis Bagi Pemudik Jelang Lebaran
Tekan Angka Kecelakaan, Pemkab Jember Fasilitasi 516 Warga Lewat Mudik Gratis 2026
Momen Idul Fitri, Pemkab Jember Percepat Pencairan Hak Keuangan Ribuan Pegawai
Pemkab Jember Siagakan Fasilitas Kesehatan Total Selama Musim Libur Lebaran 2026
Pemkab Jember Siagakan Strategi Khusus Amankan Arus Balik Lebaran 2026
Susul Pemprov Jatim, Pemkab Jember Siapkan Skenario Work From Home
Akselerasi Layanan Adminduk, Pemkab Jember Rampungkan Ribuan Dokumen Lewat Program Bunga Desaku
Pemkab Jember Percepat Pencairan Beasiswa 2026, Gus Fawait Undang Mahasiswa Berkumpul Sabtu Ini
Cara Jitu Pemkab Jember Tingkatkan Pajak Asli Daerah Tanpa Membenani Rakyat dengan Kenaikan Tarif
Senyum Sanima di Balik Roda Baru, Wujud Nyata Kepedulian Pemkab Jember