SketsaNusantara.id - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional memastikan cadangan pangan nasional dalam kondisi kuat menghadapi potensi dampak El Nino. Penguatan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah ancaman gangguan iklim.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi nasional dalam menghadapi dinamika global. Selain itu, pemerintah juga berupaya menjaga ketersediaan pangan di berbagai wilayah.
Penguatan cadangan pangan dilakukan secara terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah. Upaya ini mencakup peningkatan produksi hingga optimalisasi distribusi di berbagai sektor.
Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa langkah ini penting untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim. Ia menegaskan bahwa stok pangan saat ini terus mengalami peningkatan.
"Sesuai peringatan dari BMKG, bahwasanya ada El Nijo. Ini perlu kita melakukan langkah-langkah strategis dan percepatan. Sekarang ini capaian kita, stok kita hari ini 4,4 juta ton. Insya Allah bulan ini bisa mencapai 5 juta ton," ujar dia.
Menurutnya, penguatan cadangan pangan menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah. Hal ini dilakukan untuk menghadapi potensi gangguan yang dapat memengaruhi produksi dan distribusi pangan.
Baca Juga: Besaran Zakat Fitrah 2026 dalam Rupiah dan Beras Berdasarkan Aturan Baznas, Per Orang Bayar Rp...
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menjelaskan bahwa berbagai langkah antisipasi telah disiapkan sejak awal. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sektor produksi.
Pemerintah telah menyiapkan dukungan berupa distribusi pupuk dan peningkatan luas tambah tanam. Langkah ini dilakukan untuk memastikan produksi pangan tetap terjaga.
"Beliau (Kepala Badan Pangan Nasional) sudah memerintahkan ke seluruh jajarannya bagaimana penyiapan pupuk, pendistribusian pupuk, sekaligus juga peningkatan luas tambah tanam (LTT). Ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir," kata Ketut.
Ia menambahkan bahwa pemerintah telah memiliki pengalaman dalam menghadapi fenomena El Nino sebelumnya. Pengalaman tersebut menjadi dasar dalam menyusun langkah mitigasi yang lebih terstruktur.
Selain itu, peran pemerintah daerah juga dinilai penting dalam menjaga ketahanan pangan. Kolaborasi antara pusat dan daerah menjadi bagian dari strategi penguatan sistem pangan nasional.
Pemerintah daerah diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi serta distribusi pangan di wilayah masing-masing. Dukungan tersebut mencakup penyediaan benih, pupuk, dan berbagai sarana lainnya.
Artikel Terkait
Belum Reda Kasus Nenek Elina, Publik Kembali Dikejutkan Pengeroyokan Lansia di Bangkalan: Cekcok dengan 5 Orang Tetangga Gara-Gara Air Cucian Beras
Bulog Pastikan Ketersediaan Beras Aman di Sumatra Saat Bencana, Stok Dilipatgandakan Sesuai Arahan Presiden
PMI Jember Gelar Program Donor Darah Berhadiah Beras 2,5 Kg, Kuota Terbatas Setiap Hari
Produksi Beras Tembus 34,7 Juta Ton, Bamsoet Nilai Swasembada Beras 2025 Jadi Tonggak Baru Era Prabowo
PMI Jember Inovasi Donor Darah Lewat Program Suvenir Beras, Pendonor Pemula Meningkat Signifikan